Tridarma Rasuane

Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Saturday, April 20, 2019

Mengapa Penyakit Malaria sangat Berbahaya?

Pengertian Malaria 

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit protozoa dari genus Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk betina dari genus Anopheles. Parasit kelompok protozoa genus plasmodium ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, yang tentunya akan meruska sel darah merah inilah yang menyebabkan penyakit ini sangat berbahaya jika terinfeksi. Malaria dapat menyerang semua orang, tidak memandang usia dan jenis kelamin: laki – laki, perempuan, dan semua golongan umur, termasuk bayi dan anak-anak.

Bahaya Malaria 
Mengapa malaria berbahaya adalah dapat menyebabkan Anemia. Anemia adalah terjadinya kekurangan darah. Kekurangan darah pada penderita malaria karena sel – sel darah merah banyak yang hancur karena dirusak oleh parasit plasmodium.

BAHAYA MALARIA pada Ibu hamil adalah dapat menyebabkan:
- Bayi lahir mati
- Bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Bayi lahir dengan anemia 
- Ibu hamil dapat meninggal. 

Malaria sangat berbahaya yang menyebabkan Anemia, yang akibatnya juga menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terkena infeksi penyakit lain, daya kerja menurun, dapat menjadi bodoh karena pertumbuhan otak terganggu. Berbahaya nya malaria adalah manifestasi malaria berat dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian.

Malaria sangat berbahaya karena masih menjadi masalah utama kesehatan di dunia terutama beberapa negara berkembang, terutama di negara-negara beriklim tropis termasuk Indonesia.Terjadinya peningkatan kasus malaria dikaitkan dengan peningkatan resistensi. Resistensi ini telah menyebabkan kegagalan terapi malaria bahkan menyebabkan kematian terutama pada anak-anak dan ibu hamil.

Ciri- Ciri Terkena Penyakit Malaria
Untuk menghindari malaria semakin berbahaya yaitu dengan mengenali gejalan ynag muncul. Gejala Penyakit Malaria pada umumnya demam, menggigil berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal–pegal (gejala lokal spesifik).

Gejala klinis yang ditimbulkan oleh infeksi malaria ini beragam mulai dari ringan berupa demam demam (panas dan dingin), menggigil, nyeri persendian, sakit kepala, muntah-muntah, kerusakan retina, dan paling berbahaya yaitu sakit kepala sampai keadaan berat berupa penurunan kesadaran, gagal ginjal dan multiple organ failure yang dapat berakhir pada kematian. 

Penyakit malaria memiliki gejala paling khas dari penyakit malaria adalah badan terasa dingin yang kemudian diikuti dengan demam panas yang berlangsung sekitar empat sampai enam jam. Pada banyak kasus, gejala penyakit malaria bisa sangat menyerupai beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lain seperti tifus, dan demam berdarah, sehingga memerlukan tes darah di laboratorium untuk mengetahui kepastian adanya parasit plasmodium dalam darah. Tes laboratorium pada infeksi plasmodium akan muncul pada saat demam puncaknya sehingga ditemukan di dalam darah tepi. Semakin cepat penanganan malaria maka efek berbahaya cepat teratasi.

Cara Mengobati Penderita Malaria 
Tindakan cepat terhadap penderita malaria adalah paling utama karena malaria adalah penyakit yang sangat berbahaya tentunya dengan sabar dan tepat. Yang harus dilakukan jika ada gejala penderita malaria adalah: 
* Setiap orang dengan gejala malaria yang datang ke pelayanan kesehatan (Puskesmas, Pustu, rumah sakit) dilakukan pemeriksaan sediaan darah tepi untuk memastikan apakah di dalam darahnya terdapat parasit malaria (plasmodium). Di daerah terpencil dapat dilakukan diagnosis dengan RDT.
* Setiap orang yang sediaan darahnya positif parasit malaria diberikan pengobatan Obat Anti Malaria (OAM) gratis yaitu Artemisinin based Combination Therapy (ACT). 
* ACT yang digunakan oleh program saat ini adalah DHP (kombinasi Dihidroartemisinin dan piperakuin dalam 1 dosis.
* Pengobatan diberikan sesuai dengan jenis malaria yang diderita kemudian dilakukan pemantauan perkembangan penyakit melalui pemeriksaan mikroskopis.

Jenis – Jenis Penyakit Malaria
Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium yang dtularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles. Malaria sangat berbahaya karena banyak sekali spesies nyamuk Anopheles karena terdapat sekitar 400 spesies nyamuk Anopheles. Nyamuk ini sangat aktif dalam menggigit manusia dan hewan untuk keberlangsungan hidup sang nyamuk. Berbahaya – jika nyamuk ini sudah terifeksi plasmodium. Jenis atau spesies Plasmodium yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale dan Plasmodium knowlesi.

a. Malaria falsiparum disebabkan oleh Plasmodium falciparum, dengan gejala demam. Jenis malaria ini sering berkembang menjadi malaria dengan komplikasi yang menyebabkan kematian. Jenis malaria ini sangat berbahaya. 
b. Malaria vivaks disebabkan oleh Plasmodium vivax. Malaria vivax dapat menyebabkan anemia kronik dan juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi. Sebab itu jenis malaria ini sangat berbahaya.
c. Malaria ovale disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis bersifat ringan.
d. Malaria malariae disebabkan oleh Plasmodium malariae
e. Malaria knowlesi disebabkan oleh Plasmodium knowlesi, Malaria knowlesi juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi. 

Bagaimana Penularan Malaria 
Malaria sangat berbahaya karena melalui vektor dari genus nyamuk Anopheles. Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (Anopheles sp) betina yang mengandung parasit malaria (plasmodium) kepada orang yang sehat. Plamodium tersebut akan berkembang didalam tumbuh penderita. masa inkubasi plasmodium sejak awal digigit nyamuk hingga sakit terjadi beberapa hari yaitu sekitar 2-3 minggu, ini akan makin parah jika kondisi tubuh dalam tidak prima.

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Malaria?
Penyakit malaria menyerang orang yang tinggal/pernah bermalam di daerah endemis malaria, baik itu karena pekerjaan dan kebiasaan berpindah (Wisatawan, TNI, Polri, pekerja tambang, perambah hutan petualang, petani, dan lainnya.) Malaria dapat menyerang semua orang, tidak memandang usia dan jenis kelamin: laki – laki, perempuan, dan semua golongan umur, termasuk bayi dan anak- anak.

Siklus Hidup Parasit Malaria
Dalam pencegahan dini karena malaria merupakan penyakit berbahaya maka sangat penting bagi masyarakat bagaimana siklus hidup kuman/parasit malaria. Parasit protozoa jenis plasmodium hidup dua inang yaitu di tubuh vektor nyamuk Anopheles (betina) dan di tubuh manusia. Siklus hidup malaria (plasmodium) dimulai dari seseorang digigit nyamuk jenis Anopheles (betina), parasitnya dalam bentuk yang disebut / fase sporozoit. Sporozoit-sporozoit terdapat di ludah nyamuk yang masuk bersama ludah nyamuk pada saat menggigit manusia kemudian masuk ke peredaran darah. 
Siklus Hidup Parasit Protozoa : Plasmodium di Tubuh Nyamuk dan manusia : Sporozoit, Merozoit dan Tropozoit.
Setelah di dalam peredaran darah, dalam waktu yang sangat singkat (30 menit) semua sporozoit (bentuk fase dari malaria) menghilang dari peredaran darah, masuk ke sel-sel hati. Dalam sel-sel hati (hepatosit) sporozoit membelah diri secara aseksual, dan berubah menjadi skizon hati (skizon kriptozoik). Seluruh proses tersebut merupakan fase ekso-eritrositer primer (fase pre-eritrositik). Siklus tersebut memerlukan waktu antara 6-12 hari untuk menjadi lengkap, tergantung dari spesies parasit malaria yang menginfeksi. Sesudah skizon kriptozoik dalam sel hati menjadi matang, bentuk ini bersama sel hati yang terinfeksi pecah dan mengeluarkan antara 5.000-30.000 merozoit, tergantung dari spesiesnya, yang segera masuk ke peredaran darah tepi dan menyerang/masuk ke sel-sel darah merah. 

Tenggang waktu antara saat pertama sporozoit malaria masuk ke tubuh manusia sampai saat parasit malaria bisa ditemukan di dalam darah tepi disebut masa pre-paten. Dalam sel darah, merozoit-merozoit yang dilepas dari sel hati tadi berubah menjadi trofozoit muda (bentuk cincin). Tropozoit muda tumbuh menjadi trofozoit dewasa, dan selanjutnya membelah diri menjadi skizon. Skizon yang sudah matang, dengan merozoit- merozoit di dalamnya dalam jumlah maksimal tertentu tergantung dari spesiesnya, pecah bersama sel darah merah yang diinfeksi, dan merozoit- merozoit yang dilepas itu kembali menginfeksi sel-sel darah merah lain untuk mengulang siklus tadi. 

Keseluruhan siklus yang terjadi berulang dalam sel darah merah disebut siklus erirositik aseksual atau skizogoni darah. Peristiwa pecahnya skizon-skizon bersama sel-sel darah merah yang diinfeksinya disebut proses sporulasi, dan ini berkorelasi dengan munculnya gejala-gejala malaria, yang ditandai dengan demam dan menggigil secara periodik. Satu siklus skizogoni darah berlangsung lengkap antara 24-49 jam untuk Plasmodium falciparum, 48 jam untuk Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale, menyebabkan pola periodisitas tertiana (tiap hari ketiga), dan 72 jam untuk Plasmodium malariae, menyebabkan pola kuartana (tiap hari keempat). Tenggang waktu sejak saat masuknya sporozoit ke tubuh manusia sampai timbulnya gejala-gejala penyakit malaria disebut masa inkubasi (masa tunas) dengan waktu yang berbeda tergantung jenis Plasmodium yang menginfeksi dan status imunitas penderita.

Setelah siklus skizogoni darah berulang beberapa kali, beberapa merozoit tidak lagi menjadi skizon, tetapi berubah menjadi gametosit dalam sel darah merah, yang terdiri dari gametosit jantan (mikrogametosit) dan gametosit betina (makrogametosit). Siklus terakhir ini disebut siklus eritrositik seksual atau gametogoni. Jika gametosit yang matang diisap oleh nyamuk Anopheles, di dalam lambung nyamuk terjadi proses eksflagelasi pada gametosit jantan, yaitu dikeluarkannya 8 sel gamet jantan (mikrogamet) yang bergerak aktif mencari sel gamet betina (makrogamet). Selanjutnya pembuahan terjadi antara satu sel gamet jantan dan satu sel gamet betina, menghasilkan zigot dengan bentuknya yang memanjang, lalu berubah menjadi ookinet yang bentuknya vermiformis dan bergerak aktif menembus mukosa lambung.

Di dalam dinding lambung paling luar ookinet mengalami pembelahan inti menghasilkan sel-sel yang memenuhi kista yang membungkusnya, disebut ookista. Di dalam ookista dihasilkan puluhan ribu sporozoit, menyebabkan ookista pecah dan menyebarkan sporozoit-sporozoit yang berbentuk seperti rambut ke seluruh bagian rongga badan nyamuk (hemosel), dan dalam beberapa jam saja menumpuk di dalam kelenjar ludah nyamuk. Sporozoit bersifat infektif bagi manusia jika masuk ke peredaran darah. Seluruh fase perubahan yang dialami Plasmodium falciparum dalam tubuh nyamuk vektornya berlangsung antara 11-14 hari, 9-12 hari untuk Plasmodium vivax, 14-15 hari untuk Plasmodium ovale, dan 15-21 hari untuk Plasmodium malariae. 

Daerah Endemis Malaria
Daerah endemis malaria adalah daerah yang terdapat penularan malaria atau daerah yang selalu ditemukan kasus malaria. Daerah endemis dibagi menjadi 3, berdasarkan insiden malarianya, yaitu endemis tinggi, endemis sedang dan endemis rendah. Pada tahun 2018 terdapat 28 kabupaten endemis tinggi yang ditemukan di 4 (empat) provinsi yaitu: Papua, Papua Barat, NTT, dan Kalimantan Timur. Sedangkan daerah yang sudah tidak terdapat penularan setempat malaria disebut dengan daerah pemeliharaan. Jika akan berkunjung atau berwisata ke tempat baru atau daerah endemik malaria maka sangat disarankan jika akan berwisata ke tempat-tempat baru sebaiknya mengkonsumsi obat anti malaria. Selanjutnya setelah 3-4 minggu dari berwisata tersebut minum kembali obat anti malaria serta selalu menjaga kondisi tubuh tetap fit. Ini sangat penting sekali untuk antisipasi karena malaria merupakan penyakit yang berbahaya dan mematikan.

Lingkungan yang Berisiko Menjadi Tempat Perindukan Nyamuk Malaria
Pada daerah endemis malaria terdapat nyamuk vektor malaria (Anopheles sp.). Nyamuk Anopheles umumnya berkembang biak di lingkungan yang terdapat genangan air seperti rawa-rawa, lagun, muara sungai, tambak dan kolam terbengkalai, saluran irigasi, persawahan dan mata air.
Lingkungan harus dikelola dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan cara bersama menggerakkan masyarakat untuk: 
• Membersihkan lingkungan. 
• Melancarkan saluran air agar tidak tergenang. 
• Mengeringkan air yang tergenang. 
• Membersihkan lumut pada mata air dan danau. 

Menebarkan/memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.) di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya. 
Menebarkan larvasida/racun jentik.

Bagaimana Cara Yang Paling Aman Untuk Terhindar Dari Malaria? 
a. Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan : Tidur di dalam kelambu anti nyamuk, Pada malam hari berada di dalam rumah, Apabila keluar rumah pada malam hari hendaknya memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain, Mengolesi tubuh dengan obat anti gigitan nyamuk, (repellent), Memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk, Memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan, Menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal, Perilaku gigitan nyamuk adalah antara pukul 6 sore sampai dengan pukul 6 pagi.
b. Mencegah adanya tempat-tempat hinggap/ istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk malaria, dengan : Mengalirkan genangangenangan air, Membersihkan rumput dan semak di tepi saluran air, Membersihkan semaksemak di sekitar rumah, Menimbun dengan tanah atau pasir semua genangan air di sekitar rumah.
c. Membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan rumah menggunakan racun serangga (insektisida).
d. Membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik atau menebarkan larvasida/obat anti larva (jentik) pada genangan air.
e. Melestarikan hutan bakau di rawa-rawa sepanjang pantai.

Bagaimana Situasi Malaria di Dunia dan di Indonesia?
Berdasarkan Laporan Word Malaria Report (WMR) tahun 2018 melaporkan bahwa terjadi penurunan insiden malaria di dunia sebanyak 8% antara tahun 2010 - 2017, yaitu 239 juta kasus tahun 2010 menjadi 219 juta kasus tahun 2017. Penurunan kasus di Indonesia lebih tinggi yaitu sebanyak 44% dari tahun 2010-2017, kasus tahun 2010 sebanyak 465 ribu menjadi 261 ribu kasus tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018 total terdapat 222 ribu kasus malaria di Indonesia. 

Pada akhir tahun 2018 diketahui sebanyak 198 juta atau 75 % penduduk Indonesia telah hidup di daerah bebas malaria dan 285 Kabupaten/Kota telah mencapai status eliminasi malaria.

Apa yang dimaksud dengan Eliminasi Malaria ? 
Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu. Setelah eliminasi tercapai tetap ada risiko terjadinya kasus malaria impor, karena vektor malaria masih ada di wilayah tersebut. Oleh karena itu kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali malaria harus dilaksanakan secara intensif.

Apa Saja Tantangan Dalam Proses Pengendalian Malaria Di Indonesia ? 
• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara pencegahan dan penanggulangan malaria termasuk terhadap wisatawan dan pelaku perjalanan dari dan ke daerah endemis.
• Sinergi peran multi sektoral dalam pengelolaan lingkungan khususnya terkait dengan tempat potensial perindukan nyamuk malaria. 
• Akses layanan kesehatan masyarakat di daerah remot.

Apa maksud peringatan Hari Malaria Sedunia ? 
Pada Sidang Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health Assambly (WHA) ke 60 tanggal 18 - 23 Mei 2007 telah disepakati komitmen global tentang eliminasi malaria. Selain itu disepakati untuk memperingati Hari Malaria Sedunia setiap tanggal 25 April. Peringatan Hari Malaria Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan awareness dan komitmen semua komponen bangsa tentang pencegahan dan pengendalian malaria menuju eliminasi.

#BebasMalariaPrestasiBangsa #zeromalaria

Sumber Referensi: wikipedia, wanenoor.blogspot .com dan kemenkesRI

Bagi yang ingin tau cerita bagaimana pengalaman saya begitu menderitanya sakit karena malaria dapat dikunjungi artikel berikut ini KLIK SINI. 


Tuesday, April 16, 2019

Tumbangnya Sang Bujang Petualang : Bebas Malaria Prestasi Bangsa

 Apa itu malaria? Sepertinya mustahil ya jika masyarakat belum tau tentang malaria, apalagi masyarakat yang suka traveling dan petualang. Petualang harus benar-benar tau tentang malaria. Bisa jadi sudah tau, malaria yaitu hanya suatu penyakit, akan tetapi masyarakat belum begitu tau secara detail apa akibat dan penyebab penyakit malaria itu. 

Jadi Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit protozoa obligat intraseluler dari genus Plasmodium. Penularan penyakit malaria dilakukan oleh nyamuk betina dari genus Anopheles. Nah berikut ini saya sebagai petualang yang suka jalan-jalan akan bercerita tentang perjuangku untuk Bebas Malaria sebagai prestasi Bangsa. Hehe.. "muluk banget ya sampai bawa bangsa segala.. yukk disimak"


Yup, berhubungan dengan malaria saya akan bercerita tentang pengalaman antara hidup dan mati saya akibat menderita penyakit malaria apalagi saya yang notabene adalah lahir dan besar di gunung layaknya bolang : bocah petualang yang menjelma bulang : bujang petualang yang hoby menjelajah daerah baru yang belum perna saya kunjungi. 

Sang Petualang sebelum tumbang karena Malaria

Cerita tumbangnya sang petualang berikut sejalan dengan hoby saya dalam ngetrip ngebolang atau istilah kerennya travelling tetapi saya lebih cocoknya backpackeran. Teman-teman saya sering memanggil saya dengan panggilan Bulang = Bujang petualang, mengapa demikian karena saya secara umur sudah kepala 3 tetapi masih saja suka jalan - jalan dan masih single. Hehe itu dulu... sekarang udah jadi LMI = Lelaki manut istri.. ckckk makin parah ya.. nah petualang harus tepar karena Malaria. Kasihan... 


Awal ceritanya yaitu tepat pertengahan bulan Agustus 2017 saya dilarikan ke rumah sakit karena sudah mengalami sakit kepala hebat dan demam panas tinggi. Sebelumnya selama 3 hari saya hanya beristirahat di kamar dengan kondisi badan panas dingin berfluktuasi dan sakit kepala luar biasa. Saat itu saya yang latar belakang kuliah di kesehatan, sudah berasumsi bahwa saya tumbang nih, saya tumbang karena 3 ciri penyakit yang banyak diderita orang yaitu typus, Demam Berdarah atau malaria. Jika saya kecapean demamnya tidak akan turun naik seperti ini. "Oh ternyata Tuhan sang petualang harus tumbang". 


Dari demam dan gejalanya itu, pada hari ke tiga saya tidak tahan lagi menderita sakit tersebut. Sehingga saya dibawa ke rumah sakit, saat itu saya langsung dibawa oleh keluarga ke UGD (Unit Gawat Darurat) akan tetapi setelah di UGD saya malah dianjurkan untuk berobat ke Klinik Dokter Praktek di Rumah Sakit tersebut. Oleh dokter saya langsung diperiksa dan di cek Laboratorium. Dari hasil cek laboratorium, saya dinyatakan positif terkena malaria dengan terinfeksi plasmodium vivax, positif salmonela typosa dan kondisi trombosit yang rendah yaitu sekitar 90 ribu permikroliter. "Keadaan saya saat itu sangat berbading terbalik dari seorang Bulang yang suka mendaki gunung lewati lembah ke samudera berpetualang. Saya kalah menyerah dan tumbang tak berdaya".

Dengan kondisi tersebut saya langsung direkomendasikan untuk rawat inap. Malaria dan types yang saya derita harus diobati. Selama 4 hari saya dirawat di rumah sakit, kondisi tubuh terus membaik dan sayapun dianjurkan pulang setelah trombosit naik diatas 120 ribu.

Selama dirumah sakit saya dijenguk oleh teman dan sanak saudara handai tolan mereka banyak sekali yang menyampaikan ejekan dan seruan kaget sebagai penyemangat karena saya yang sangat jarang sakit: "lu bisa sakit juga wan" "raja trip kalah dengan malaria haha cemen" "petualang ternyata bisa tepar" "petualanganmu sudah berakhir,;sobat!" "bulang : bujang petualang sudah KO" "komandan trip sudah tumbang" "ini betanda ayo nikah aja" "masak disuntik nyamuk saja sudah tumbang" dan lainnya banyak sekali gurauan dari teman-teman saat menjenguk saya sakit tersebut. 
Saat teman kerja menjenguk saya sakit malaria, petualang sudah hampir pulih
Selepas dirawat di rumah sakit, kondisi badan sudah membaik, cek laboratorium di sampel darah untuk kuman typus dan malaria sudah tidak ditemukan lagi. saya kembali beraktivitas seperti biasa sebagai tenaga pengajar, saya kembali ke rumah kost yang berjarak 50 km dari rumah keluarga besar. Walau kondisi belum begitu fit tetapi saya sudah bisa bekerja dengan baik. Saya merasa bahwa penyakit malaria dan typusnya sudah sembuh sehingga saya dapat berpetualang lagi, menikmati keindahan alam yang belum saya jamah. Sayapun akan melaksanakan rencana petualangan yang belum terlaksana akan tetapi keluarga masih melarang untuk saya beraktivitas berlebihan karena kawatir penyakit typus dan malaria dapat kambuh kembali.

Setelah sebulan dari sakit malaria tersebut, keinginan untuk ngtrip kembali bergelora hingga saya bersama teman dari Jawa yang saat itu sedang berkunjung ke Lampung untuk mengantarkan mereka jalan-jalan tempat wisata di sekitar Bandar Lampung hingga trip petualang kami dengan motoran ke Taman Nasional Way Kambas.
Saat petualang tumbang pertama karena malaria menemui Gajah di Way Kambas 
Nah setelah pulang dari petualangan ke Way Kambas, tubuh mulai merasakan ada gejolak berontak yang tidak nyaman yang mana badan terasa lelah sekali, pusing dan malamnya mulai demam. Saat itu sudah terbesit "wah typus dan malaria kambuh, duh obat obat malaria sudah habis ngga ada stok tapi obat typus masih ada stock" Akhirnya saya konsumsi obat anti typus, multivitamin dan banyak istirahat untuk mengembalikan tubuh kelelah tersebut. Dalam hitungan 3 hari tubuh saya mulai memperlihatkan pulih kembali. "Demamku ini karena typus bukan karena malaria. Jadi sakitku ngga jadi kambuh syukurlah" itu dalam benak saya saat itu.

Selanjutnya seminggu setelah dari itu saya kembali untuk berolahraga yaitu bermain badminton yang saya geluti sejak dari kuliah dulu. Sehari setelah bermain badminton tersebut tubuh saya ternyata kembali bergejolak lebih parah dari yang seminggu sebelumnya, "petualang akan tumbang lagi nih" itu gumamku. Lalu saya coba untuk beristirahat dan mengkonsumsi obat typus dan multivitamin kembali akan tetapi tidak ada menandakan perubahan. Saya mulai resah dan kawatir "waduh kayaknya typus atau malaria ini benar-benar kambuh".

Setelah 2 hari sakit saya tidak ada perubahan bahkan makin memburuk, akhirnya asumsi makin kuat ini adalah penyakit malaria yang kambuh kembali, akhirnya saya memutuskan untuk mencari obat malaria di apotek. Karena pada saat saya di rawat di rumah sakit saya diberi obat malaria jenis primaquin. Sehingga saya akan mencari obat tersebut di apotik karena kondisi lemas saya tidak kuat membawa motor sendiri, sang petualang sudah mulaI tumbang lagi. Akhirnya saya meminta teman samping kost untuk mencarikan obat malaria. Tapi apa daya dia tidak mendapatkan obat tersebut, dia sudah mencoba ke beberapa apotik untuk mecari obat malaria tetapi hasilnya nihil, akhirnya saya dibonceng teman tersebut untuk mencari obat malaria di apotek lain. Dari sekitar 12 apotik kami temui mereka semua menjawab obat malaria : kosong.
Akhirnya saya kembali ke kost untuk istirahat saja. Saya sempat berpikir dulu obat malaria dijual bebas seperti pil kina, pil segitiga, reboquin, kloroquin dan sebagainya, kok sekelas kota ini tidak ada apotik satupun yang menjualnya lagi, apa sudah tidak ada lagi orang yang kena sakit malaria atau apa karena kota ini kota yang jauh dari pantai dan gunung sehingga tidak ada yang menderita malaria di kota ini? Selanjutnya Saya hanya mengkonsumsi obat typus, multivitamin dan berusaha tidur. Sang petualang berusaha untuk kuat.

Malam itu saya hanya berusaha untuk tidur dengan menahan sakit kepala dan demam. Dalam hati apakah malaria ini kambuh lagi, karena sebelumnya saya yakin kalau terkena malaria tidak akan kambuh lagi. Dalam kondisi yang tak menentu malam itu saya lewati yang akhirnya pagipun tiba.

Pagi itu tubuh masih lemes dan demamnya sudah turun, Saya merasa sudah agak membaik walau sebenarnya MALARIA ini sangat menyiksaku. Pagi itu saya meminta kembali kepada teman samping kost untuk membantu membelikan nasi uduk untuk sarapan pagi, setelah dibelikan nasi uduk tetapi malah mulut terasa pahit sekali dan sulit untuk menelan. Akan tetapi sedikit demi sedikit saya paksa untuk isi perut. Sambil menyakinkan diri "Petualang harus kuat dan mampu bertahan demi kehidupan". Selanjutnya karena kondisi yang semakin tidak menentu saya hanya untuk tidur saja.

Sekitar pukul 9-an, ternyata teman kerja datang ke kost, karena dia mencari saya di kantor tidak ada. Saat itu dia sangat kaget melihat kondisi saya "wah bapak badannya panas sekali, bapak malarianya kambuh lagi ya?, bapak harus ke rumah sakit nih" keadaan yang demikian sehingga dia berusaha untuk mencari pinjaman mobil dan membawa saya ke rumah sakit.

Di rumah sakit saya langsung dibawa ke UGD, oleh dokter jaga, saya disarankan untuk dirawat inap tetapi saya meminta kepada dokter untuk cek laboratorium terlebih dahulu sehingga tau apa yang menyebabkan saya sakitnya terasa lebih parah ini apakah karena typus atau malaria. Akan tetapi dokter menyampaikan kalau di rumah sakit ini cek lab dilakukan setelah pasien dirawat inap dan sampel darahnya dikirim ke lab rekanan karena di rumah sakit ini belum ada lab lengkap seperti itu. Akhirnya saya meminta kepada teman yang menghantarkan saya ke rumah sakit yang merawat saya bulan lalu atau sekaligus mengantar saya ke rumah. Sayapun tidak jadi dirawat di rumah sakit yang baru didatangi ini.

Kami kembali ke mobil, Setelah di mobil kondisi tubuh saya semakin parah, lemas, sakit kepala, bernapasku makin berat, saya untuk mengangkat kepala terasa berat. Saya sudah tidak bisa berpikir jernih penyakit apa yang menyerang saya ini apakah malaria atau penyakit lain. Akhirnya teman tersebut siap meluncur ke rumah sakit di kota besar untuk mengantar saya yang semakin tak menentu. Akan tetapi setelah dia telponan dengan pemilik mobil ternyata tidak diizinkan untuk mobilnya dibawa jauh, akhirnya dia berusaha mencari pinjaman mobil. Hingga akhirnya teman tersebut tau kalau ada teman lain yang rumahnya juga satu kota dengan saya yang selalu membawa mobil PP untuk kerja.

Atas kesepakatan mereka, Sayapun dibawah oleh teman lain tersebut untuk dibawah ke rumah sakit tempat saya dirawat bulan lalu. Selama di perjalanan kurang lebih satu jam, saya tidak tau rasanya sakit kepala, lemas, panas dingin dan yang paling sulit beberapa kali sesak napas. Saat itu saya berpikir mungkin nyawa akan segera dicabut ini. Saya menahan sakit, memejamkan mata hanya bisa bertasbih dan bertakbir. Petualang sudah benar-benar tumbang entah ini karena malaria atau karena penyakit yang baru.

Akhirnya sayapun sampai di rumah sakit dan sudah terbaring di UGD, setelah beberapa saat di UGD sambil menunggu hasil laboratorium, tidak tau suntikan apa yang diberikan paramedis di UGD tersebut seakan-akan tenaga saya yang sudah hilang, kembali bergairah. Keluarga sayapun sudah mendampingi saya, hingga akhirnya saya disarankan untuk rawat jalan saja dan saya hanya beberapa jam saja di UGD tersebut, sayapun pulang kerumah bersama keluarga. Dokter menyampaikan bahwa hasil lab negatif typus dan untuk malaria tidak ditemukan kumannya namun memang sulit jika tidak pada kondisi demam puncak untuk menemukan kuman malaria tersebut. Saya hanya diberikan obatnya untuk rawat jalan.

Setelah di rumah ternyata kondisi tubuh tidak menunjukan pemulihan signifikan saya semakin sulit untuk tidur dan jantung berdebar hebat bahkan sampai sulit untuk bernapas. Hingga kurang lebih 24 jam di rumah saya kembali dilarikan ke rumah sakit. Kali ini saya sudah merasakan benar-benar lemas dan seakan-akan napas sudah diujung dan sulit sekali untuk bernapas. Saya hanya pasrah dan berpikir nyawaku akan segera melayang. Saya pun seakan akan antara sadar dan tidar sadar karena sulit untuk bernapas. Pokoknya petualang sudah roboh tumbang.

Saat itu sayapun mulai merasakan mendapatkan energi setelah mendapatkan suntikan di pantat dari tenaga medis, Obat yang disuntikan tersebut memberikan efek yang seolah-olah energi itu berjalan satu titik menyebar ke seluruh tubuh dan saya dapat bernapas dengan lega. Keluarga menyampaikan dari kata Dokter, bahwa obat yang disuntikan itu sangat pekat dan rasanya sangat sakit, akan tetapi saya tidak merasakan sakit akibat suntikan obat tersebut, mungkin hal tersebut karena sudah sangking lemasnya mengakibatkan tidak ada rasa sakit lagi. Ternyata obat yang disuntikan tersebut adalah obat malaria dosis tinggi.

Hari ke hari kondisi saya berangsur semakin membaik. Obat malaria dosis tinggi tersebut disuntikan setiap 8 jam sekali dan semakin pulih saya semakin merasakan alangkat sakitnya ketika obat tersebut masuk di otot pantat. Obat tersebut diberikan seminggu nonstop. Sayapun dirawat hampir seminggu dan alhamdulillah badan kembali pulih, jumlah trombositpun sudah kembali mendekati normal, yang awal masuk rumah sakit dibawah 60 ribu per mikroliter tiap hari berangsung naik hingga diatas 120 ribu permikroliter. Setelah diskusi dengan dokter, sakit yang saya alami adalah dari malaria yang saya idap pada bulan lalu yang penyembuhannya belum tuntas. Sedangkan untuk typesnya sudah bersih sejak awal ceknya juga sudah negatif tetapi gejalanya itu karena malarianya, untuk deteksi malaria jika pada saat tidak puncaknya sulit ditemukan karena kumannya di darah tapi gejalanya dapat dilihat.

Alhamdulillah petualang kembali pulih dan sejak itu saya diwanti wanti oleh keluarga untuk berhenti membulang dan segera pikirkan waktu untuk menikah. Ini adalah sentilan untuk saya agar segera menjalankan sunah rasul. Hanya karena kuman malaria yang disuntikan nyamuk seorang yang petualang yang menjelajah puncak gunung tertinggi dan menyelami lautan harus tumbang. Sayapun bermusahabah dan meminta petunjuk kepada Allah, alhamdulillah berselang dua bulan dari sakit saya itu, kami melangsungkan lamaran untuk pernikahan saya.

Pada saat selepas sakit malaria tersebut, saya banyak mengulas bagaimana saya dapat sakit tersebut yang menurut saya penyakit ini amat dahsyat menggerogoti tubuh dalam hitungan hari karena seumur hidup saya tidak perna merasakan sakit yang demikian.

Telusuk dan telusik ternyata 1 bulan sebelum sakit malaria, saya ada kegiatan camping 1 malam di pulau Permata di sekitar pesisir teluk Lampung bersama teman-teman petualangan ke gunung Semeru dulu. Setelah itu, 2 minggu sebelum sakit saya kembali camping lagi selama 1 malam di pantai Ketapang bersama teman teman petualang dan pecinta Alam Lampung (T3ampal).

Setelah dari camping saya full kegiatan satu minggu di Lampung Barat dalam acara Festival Skalabrak. Kegiatan tersebut cukup melelahkan dan badan sudah terasa nyilu-nyilu. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, semalam sebelum pulang ke rumah saya merasakan demam dan sakit kepala dan saat perjalanan pulangpun badan sudah makin tidak enak, hingga demam sampai 3 hari di rumah setelah pulang dari kegiatan tersebut.

Telusur punya telusur ternyata pesisir Teluk Lampung merupakan daerah yang tergolong endemik malaria. Terutama di daerah Pesisir Kabupaten Pesawaran, Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Bahkan 80% penderita malaria di Lampung berasal dari Kabupaten Pesawaran. Jadi saya terjangkit malaria tersebut kemungkinan besar dari hasil camping saya di wilayah pesisir Pantai Kabupaten Pesawaran. 
gambar siklus hidup plasmodium penyebab malaria 
Selanjutnya Malaria, masa inkubasinya sejak awal digigit nyamuk hingga sakit terjadi beberapa hari yaitu sekitar 2-3 minggu, ini akan makin parah jika kondisi tubuh dalam tidak fit. keadaan ini sangat sejalan dengan sakit malaria yang saya alami.

Dari pengalaman saya tersebut sangat disarankan jika akan berwisata ke tempat-tempat baru sebaiknya mengkonsumsi obat anti malaria. Selanjutnya setelah 3-4 minggu dari berwisata tersebut minum kembali obat anti malaria serta selalu menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Seorang yang badan yang besar, kuat dan kekar dapat tumbang karena malaria, apalagi seorang yang biasa saja, jadi harus selalu waspada. Karena bukan saja membuat tumbangnya sang petualang bahkan penyakit malaria mengancam nyawa jika terlambat ditangani. Alhamdulillah saya mampu untuk bangkit dan sehat setelah terkena malaria selama 3 bulan. Lepas dari jeratan penyakit malaria, Bagi saya ini adalah prestasi yang luar biasa. Dalam menggalakan Bebas Malaria Prestasi Bangsa. Semoga kedepannya tidak terkena lagi. Aamiin..

Sehingga sekarang saya dapat fokus untuk bekerja dan keluarga. akan tetapi efek dari sakit itu, selepas sakit malaria yang saya derita itu, sampai sekarang saya sudah tidak mengadakan trip atau berpetualang lagi untuk menjelajah  daerah baru. Ajakan dan tawaran teman-teman petualang lainnya selalu saya tolak karena seakan-seakan jiwa petualangnya mulai surut bahkan sudah mendekati kering. "Maafkan saya, teman-teman petualang" apakah sang petualang ini sudah benar-benar tumbang atau akan bangkit lagi.. hanya waktu yang akan berkata.. (jadi baper).
Dibalik cerita tumbangnya sang petualang, tepat hari senin tanggal 15 april 2018 diadakan acara temu blogger yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di hotel Novotel Bandar Lampung yang temanya "Bebas Malaria Prestasi Bangsa"  dari pertemuan sehari tersebut banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dan terpentingnya yaitu semangat saya untuk terus berkontribusi untuk bersama-sama menghilangkan malaria di bumi pertiwi.  Hingga sayapun menuangkan cerita kelam yang saya alami akibat malaria pada artikel ini.  
Acara temu blogger kesehatan diadakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di hotel Novotel Bandar Lampung
sumber foto: panitia temu blogger kesehatan
Mulai dari sekarang mari kita bersama sama mengeliminasi malaria demi keberlanjutan masa depan bangsa. Dimulai dari diri kita untuk waspada dan mengenali malaria lalu mencegah dan selanjutnya kita sosialisasikan untuk bersama-sama bebas dari malaria. Jika malaria dieleminasi adalah kebanggaan kita sebagai bangsa yang besar. 
Demikianlah ceritaku tentang Tumbangnya Sang Bujang Petualang: Bebas Malaria Prestasi Bangsa, mari kita eleminasi malaria dan membuat bangsa Indonesia zero malaria. 
Semoga bermanfaat. Salam bahagia selalu!!..

Tambahan bagi teman-teman ingin membaca detail tentang malaria dapat mengunjungi artikelMengapa malaria sangat berbahaya? 

Saturday, April 13, 2019

Bagaimana Enzim Bekerja dan Faktor yang Mempengaruhinya?

KERJA ENZIM 
Definisi Enzim 
Enzim adalah biokatalis yang dihasilkan oleh jaringan yang meningkatkan laju reaksi kimia atau mengaktifkan senyawa lain secara spesifik. Biokatalis adalah senyawa organik yang bekerja mempercepat reaksi tetapi tidak bereaksi. 

Karakteristik enzim adalah sebagai berikut: 
  • Enzim merupakan Protein. 
  • Enzim sebagai katalisator dapat meningkatkan laju reaksi sekitar 107-1013 kali lebih cepat dari katalis non enzim. 
  • Enzim dapat menurunkan energi aktivasi suatu reaksi. 
  • Enzim mempunyai sifat spesifitas yang menyebabkan enzim sangat memilih substrat yang akan dikenali, diikat dan diolah lebih lanjut. 
  • Enzim Menurunkan Energi Aktivasi. 
  • Enzim merupakan senyawa yang jauh lebih kecil sehingga reaksi dapat berlangsung di dalam sel. 
  • Enzim dalam proses katalisis suatu reaksi, enzim bereaksi terlebih dahulu dengan substrat sehingga terbentuklah senyawa baru atau kompleks seperti rumus: E + S - - ES -- E + P 
Enzim dihasilkan oleh sel-sel di dalam tubuh banyak sekali enzim yang adalah di tubuh yang berfungsi dalam reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh salah satu proses metabolisme tubuh. Enzim disintesis oleh dan di dalam sel. Enzim akan disintesis jika sel mempunyai gen untuk enzim tersebut. Di dalam sel banyak terdapat organel-organel sel. Organel lisosom memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam, seperti protease, nuklease, glikosidase,lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase yang dibentuk dalam RE kasar dan dibawa ke Lisosom. Lisosom adalah organel sel yang berfungsi untuk mencerna atau menghancurkan benda-benda asing atau bagian sel yang tidak diperlukan lagi, termasuk dalam mencerna patogen yang masuk dalam sel. Enzim di Lisosom menghidrolisa setiap makromolekul biologis, hasil degradasi dikeluarkan ke sitoplasma. Semua enzim tersebut aktif pada pH :5 (Asam hidrolase), kelompok Enzim yang ada didalam organel sel lisosom tersebut dinamakan lisozim (not ribozim). 

Bagaimana Kerja Enzim 
Dua model telah diusulkan untuk menjelaskan bagaimana enzim bekerja yaitu enzim berikatan dengan substrat: 
1) Model Key And Lock (Kunci dan Gembok) 
Model ini dipublikasikan oleh Emil Fisher pada tahun 1894, yang menyatakan bahwa bentuk molekul substrat dengan sisi aktif enzim serupa dengan anak kunci dengan kuncinya.  

2) Model Induced-fit (Kecocokan) 
model diusulkan pada tahun 1958 oleh Daniel E. Koshland, Jr. Pada model ini substrat menyebabkan perubahan konformasi pada bagian sisi aktif enzim. 

Spesifikasi Kerja Enzim 
Enzim mempunyai sifat spesifitas yang menyebabkan enzim sangat memilih substrat yang akan dikenali, diikat dan diolah lebih lanjut. Oleh sebab itu spesifikasi enzim dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: 
  • Spesifitas stereoisomer 
  • Spesifitas ikatan kimia 
  • Spesifitas Gugus 
1. Spesifitas stereoisomer, Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. Isomer adalah senyawa yang mempunyai rumus molekul sama,tetapi rumus strukturnya berbeda. Spesifitas stereoisomer, Enzim – enzim pada umumnya bekerja pada senyawa organik, hanya sebagian kecil saja senyawa anorganik, Senyawa organik seperti Karbohidrat, enzim yang bekerja terutama pada konfigurasi D, pada asam amino bekerja pada konfigurasi L. 

2. Spesifitas ikatan kimia, enzim yang berfungsi untuk pemecahan molekul dengan memutuskan ikatan nonkovalen, memecah ikatan kovalen dengan Hidrolisis. Contohnya Hidrolase, glikosidase, amilase, esterase, fosfatase. 

3. Spesifitas Gugus, Enzim hanya bekerja pada substrat yang mempunyai gugus tertentu, contoh: enzim pemecah protein akan memecahkan ikatan peptide. 

Tingkat Spesifitas Enzim 
Spesifitas enzim rendah, hanya memecah ikatan kimia saja, seperti enzim esterase, fosfatase.sedangkan Spesifitas tinggi, enzim yang mengolah hanya satu saja substrat, contoh : enzim-enzim metabolisme karbohidrat. 

Pusat Aktif Enzim dalam Sel 
  • Enzim yang ada di organel Mitokondria,untuk menghasilkan energi. 
  • Enzim yang ada di organel Ribosom,untuk proses sintesis protein. 
  • Enzim yang ada di organel mikrosom,untuk biosintesis protein. 
  • Enzim yang ada di organel Lisosom, untuk pemecahan berbagai bahan yang tidak diperlukan oleh tubuh. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim 
· Konsentrasi Enzim 
· Konsentrasi substrat 
· Pengaruh Suhu (Temperatur) 
· Pengaruh pH (Derajad keasaman) 
· Pengaruh Hambatan (Inhibitor)

Konsentrasi Enzim dan Konsentrasi substrat 
Ada suatu kecepatan maksimum reaksi enzimatis pada jumlah tertentu dari enzim yang dapat mengkataliser suatu reaksi yang spesifik. Hanya dalam konsentrasi substrat yang tinggi kecepatan maksimum reaksi dapat terjadi. Dalam kondisi konsentrasi substrat yang tinggi, enzim akan jenuh, bila bagian aktifnya selalu diisi oleh substrat atau molekul-molekul produknya. Pada keadaan ini, pertambahan konsentrasi tidak akan mempengaruhi kecepatan reaksi, karena semua bagian aktif enzim (active site) sudah digunakan. Apabila suatu konsentrasi substrat melebihi titik jenuh sel, maka kecepatan reaksi dapat bertambah bila sel menghasilkan molekul-molekul tambahan. Akan tetapi dalam kondisi sel yang normal, enzim tidak akan jenuh dengan substrat. Molekul-molekul enzim akan tidak aktif, apabila kekurangan substrat. 

Pengaruh Suhu (Temperatur) 
Kerja enzim akan dipengaruhi oleh suhu dimana kecepatan reaksi-reaksi enzimatis terhadap substrat akan berkurang jika terjadi kenaikan temperatur. Aktivitas enzim akan berbeda pada temperatur minimum, optimum dan maksimum. Reaksi enzimatis di atas suhu optimum akan menurun drastis. Menurunnya aktivitas enzim ini berkaitan dengan denaturasi enzim. denaturasi enzim yaitu peristiwa kerusakan pada enzim sehingga tidak dapat berfungsi, yang biasa terjadi pada semua protein-protein. Denaturasi biasanya mencakup pemecahan ikatan hidrogen dan ikatan nonkovalen yang mengikat enzim dalam sifat struktur 3 dimensi. Salah satu contoh yang biasa dari denaturasi adalah transformasi dari albumen atau putih telur yang belum matang akan berubah menjadi padat apabila dipanasi. Perubahan dalam struktur ini mengubah susunan dari pada asam-asam amino pada bagian “active site” dan menyebabkan enzim kehilangan kemampuan untuk mengadakan katalis serta aktivitas biologi yang vital. Dalam beberapa hal, denaturasi dapat bersifat reversibel. Tetapi jika denaturasi terus sampai pada suatu kondisi dimana enzim kehilangan solubilitas, dan menggumpal, maka terjadi denaturasi yang irreversibal, sebab enzim tidak mendapatkan sifat-sifatnya semula. 

Pengaruh pH (Derajad keasaman) 
Kerja Enzim dipengaruhi pH, Perubahan pH lingkungan akan berpengaruh pada efektivitas bagian aktif enzim (active site). Perubahan pH yang cukup drastis dapat menyebabkan denaturasi sehingga menurunkan efektivitas enzim. Temperatur dapat menyebabkan denaturasi (kerusakan enzim) karena memutuskan ikatan H pada molekul protein enzim. Kebanyakan enzim bekerja mempunyai pH optimum, aktivitasnya berada dalam keadaan maksimum. Di bawah atau di atas pH optimum, aktivitas enzim akan mengalami deklinasi. Derajad keasaman atau pH optimum untuk kegiatan enzim tidak terletak pada suatu pH tertentu yang tetap, akan tetapi tergantung kepada: kemurahan enzim, sumber enzim, temperatur dan sifat serta kadar yang ada. Kegiatan enzim tergantung kepada pH macamnya substrat. Enzim yang berasal dari sumber yang berbeda juga akan mempunyai pH yang berbeda pula, misalnya, pH ludah= 6,7- 6,8. Contoh lain enzim pepsin yang berkerja di Lambung akan bekerja optimal pada pH lambung yaitu sangat asam yang mencapai 2. 

Kerja Enzim Dipengaruhi Hambatan (Inhibitor) 
Hambatan kerja enzim dimana tidak terbentuknya kompleks substrat enzim dalam reaksi yang dikatalisis oleh enzim. Sehingga enzim tidak bekerja dalam mengkatalisis substrat. Contoh : 
  • Ion-ion hidroksil (OH-ion), dapat menghambat kegiatan enzim pepsin 
  • Racun-racun tertentu seperti cyanida, arsenik, merkuri, apabila digabung dengan enzim, akan menghambat aktivitas enzim. 
  • Obat-obat anti mikroba, dapat menghambat kegiatan enzim 
  • Urease dapat dirusak oleh pepsin. 
Hambatan terhadap kerja enzim terdiri dari : 
  • Hambatan tidak reversibel. 
  • Hambatan reversibel. Terdiri dari 2 macam yaitu: 
1) Hambatan reversibel bersaing (Competitive inhibition ) 
2) Hambatan reversibel tidak bersaing (non Competitive inhibition) 

Hambatan Tidak Reversibel 
Irreversible adalah golongan yang bereaksi dengan, atau merusakkan suatu gugus fungsional pada molekul enzim yang penting bagi aktivitas katalitiknya. Substart tidak dapat memasuki bagian aktif dari enzim. Enzim tidak dapat berfungsi sebagai katalitik. 
Contohnya: senyawa diisoprofilfluorofosfat (DFP), yang menghambat enzim asetilkolinesterase, yaitu enzim yang penting di dalam transmisi impuls syaraf. 

Hambatan Reversible 
Hambatan Reversibel Bersaing 
Dikarenakan adanya molekul yang mirip dengan substrat sehingga membentuk kompleks enzim substrat yang inhibitor. Penghambat bersaing, akan bersaingan dengan substrat untuk memasuki bagian aktif dari enzim. Inhibitor ini dapat bersaing dengan substrat karena bentuk dan struktur kimianya bersamaan. Hambatan reversibel bersaing (Competitive inhibition) terjadi jika suatu molekul lain yang mirip dengan substrat lebih dulu berikatan dengan enzim sehingga menyebabkan enzim terhambat untuk mengikat substrat dalam suatu jalur metabolik. ikatan ini bersifat sementara. 
Contohnya: Asam malonat, oksalat, dan oksaloasetat. Kegiatan enzim dehidrogenese asam suksinat dihambat oleh asam malonat, sebab molekul asam malonat serupa dengan asam suksinat yaitu mempunyai 2 gugusan OH. Karena struktur dari kedua molekul asam ini hampir sama, maka asam malonat akan diikat pula oleh enzim dapat dimetabolisir lebih lanjut, maka ikatan asam malonat dengan enzim tidak mudah dilepaskan. Dengan terbentuknya ikatan yang kuat ini, menyebabkan adanya persaingan yang ketat antara asam malonat dengan asam suksinat pada permukaan enzim. Sulfanilamida (obat sulfa) dapat menghambat kegiatan enzim yang substrat adalah asam asam paraaminobenzoat (paraaminobenzoic acid) yang dalam buku literatur disingkat PABA saja. PABA merupakan nutrien esensial yang digunakan oleh banyak bakteri dalam sintesis asam folat (folic acid), suatu vitamin yang berfungsi sebagai koenzim. Apabila sulfanilamida diperlakukan kepada bakteria, amka enzim yang biasa dapat merubah PABA menjadi asam folat, akan bersenyawa dengan sulfanilamida dan asam folat tidak terbentuk sehingga bakteri tidak dapat tumbuh. Sel-sel tubuh manusia tidak menggunakan PABA untuk membentuk asam folat, sehingga sulfanilamida membunuh bakteri, akan tetapi tidak merusak sel-sel tubuh manusia. 

Hambatan Reversibel Tidak Bersaing 
Inhibitor menempati bagian dari enzim diluar dari bagian aktif. Inhibitor non kompetitif tidak bersaing dengan substrat terhadap bagian aktif enzim, karena bekerjanya pada bagian lain, sehingga merubah bagian aktif dan mencegah pengikatannya dengan substrat. Bagian dari ikatan inhibitor yang non kompetatif disebut “allosteric site” yang khas bagi inhibitor ini. Inhibitor membentuk kompleks enzim inhibitor maupun kompeks enzim substart inhibitor. Contoh zat ini adalah Cu, Ag, Hg.  Ikatan antara enzim dengan substrat dapat terhambat karena inhibisi. Enzim tidak bisa mengikat substrat karena struktur active site berubah akibat berikatan dengan inhibitor di bagian allosteric site. Inhibisi ini disebut non competitive inhibition bersifat permanen. 

Kontrol Terhadap Kerja Enzim 
Kecepatan kerja enzim dapat dipengaruhi suatu molekul lain yang dapat berperan sebagai pemicu (activator) atau penghambat (inhibitor), keduanya biasanya disebut secara bersama-sama sebagai efektor. 
Kontrol terhadap kerja enzim adanya mekanisme feedback inhibition. contoh, enzim tripsin, pertama kali diproduksi oleh pankreas masih berupa tripsinogen. Tripsinogen dibawa ke usus halus dan diaktivasi oleh enzim enteropeptidase yang dihasilkan oleh usus halus membentuk enzim tripsin yang aktif. Selanjutnya enzim tripsin dapat mengaktivasi balik tripsinogen atau zymogen lainnya misalnya chymotrypsinogen dan proelastase menjadi chymotripsin dan elastase. 

Peran dan Fungsi Enzim Dalam Tubuh 
· Enzim berperan penting dalam proses pencernaan. 
· Enzim berperan dalam metabolisme antara . 
· Berperan dalam percepatan reaksi dan merombak molekul yang lebih besar menjadi molekul yang lebih kecil atau sebaliknya. 
· Berperan sebagai alat diagnostic. 
· Berperanan dalam pengobatan. 
· Enzim dan pengobatan. 
· Pada awalnya digunakan pada penyakit-penyakit gangguan pencernaan, seperti enzim, pepsin, tripsin, amilase atau lipase. 
· Pengobatan akibat kurangnya enzim disebabkan oleh gangguan pada gen, misal: Hemofilia. 

Peran dan Fungsi Enzim sebagai Diagnosa Penyakit 
· SGOT (MCI). 
· Alanin Aminotransferase, ALT, SGPT (hepatitis virus). 
· Amilase (pancreatitis Acut). 
· Seruloplasmin (Degenerasi hepatolentikularis). 
· Kreatin Kinase (Kelainan Otot MCI). 
· Laktat Dehidrogenase ,Isozim (MCI). 
· Fosfatase asam (ca Prostat metastase). 
· Fosfatase,alkali (isozim) à Kelainan Tulang penyakit obstruksi hepar. Amino transferase (MCI). 
· Aspartat Aminotransferase (MCI). 

REFERENSI : 
Murray, dkk. 2009. Biokimia Harper. Edisi 27. Jakarta. 
Dawn B. Marks, dkk. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. EGC 
Armstrong. 1995. Buku Ajar Biokimia. Jakarta: EGC. 
Adisoemarto, Soenartono. 1990. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. 
Budiyanto, Moch Agus Kresno. 2002. Mikrobiologi Terapan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. 
Suriawira U, 1995. Pangantar Mokrobiologi Umum. Bandung: Angkasa 
Tarigan, Jeneng. 1988. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta: DPK

Friday, April 12, 2019

Logo Resmi Universitas Muhammadiyah Metro




Civitas akademia Universitas Muhammadiyah Metro  sering sekali bingung dalam menggunakan logo Universitas, sehingga melalui akun resmi website Universitas Muhammadiyah Metro  disampaikan bahwa untuk Logo Resmi Universitas Muhammadiyah Metro adalah dua jenis ini yang terdiri berwarna dan hitam putih, silahkan digunakan semoga bermanfaat. 

Mengenal Enzim : Struktur Enzim dan Sifat – sifat Enzim


Berbicara tentang mahluk hidup tentu tidak akan lepas dari kata ENZIM, lalu Apa itu enzim?

Enzim merupakan biokatalis yang dihasilkan oleh jaringan tubuh  yang meningkatkan laju reaksi kimia atau mengaktifkan senyawa lain secara spesifik. 

Enzim dihasilkan di tubuh dan perannya sangat penting sekali bagi kehidupan, jika didalam tubuh terjadi ganguan terhadap enzim akan menyebabkan gangguan juga terhadap metabolisme di tubuh, salah satu akan menyebabkan sakit, peran utama enzim adalah sebagai zat protein yang mempercepat reaksi kimia (katalis) yang ada di dalam tubuh. 

Berbagai sumber acuan banyak menjelaskan dari pengertian / difinisi enzim, yang pasti secara garis besar pengertian tersebut sama. Pengertian enzim secara singkat enzim adalah katalisator. 

Pengertian Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi kimia, tetapi tidak mengalami perubahan oleh reaksi itu sendiri.

Pengertian Enzim secara lengkap, enzim adalah katalisator, berupa zat organik (protein) untuk reaksi kimia dalam sistem biologik, Sebagian besar dihasilkan oleh sel hidup, dapat diekstraksi dari sel, tanpa hilang aktivitas biologiknya, serta dapat bekerja di dalam dan di luar sel. 

Struktur enzim = Bagian Enzim
Enzim tersusun oleh 3 komponen utama yaitu: 
1. Komponen utama enzim adalah protein. Bagian enzim yang berupa protein disebut apoenzim. Apoenzim disebut juga dengan istilah apoprotein. 

2. Komponen enzim yang bukan protein disebut Gugus prostetik, gugus prostetik pada enzim terdiri dari 2 macam yaitu: Koenzim dan kofaktor. Koenzim atau kofaktor yang terikat sangat kuat bahkan terikat dengan ikatan kovalen dengan enzim. 

Koenzim
Jika gugus prostetik yang tersusun oleh bahan organik / senyawa organik non protein disebut Koenzim. Koenzim sering juga disebut Kosubstrat = substrat kedua. Koenzim memiliki berat molekul rendah. Koenzim stabil terhadap pemanasan. Koenzim terikat enzim secara non kovalen. Koenzim berfungsi untuk mengangkut molekul-molekul kecil atau ion-ion (terutama H+) dari satu enzim ke enzim yang lain, misalnya : NAD. Enzim-enzim tertentu aktivitasnya perlu koenzim bahkan harus ada. Koenzim biasanya berupa vitamin B kompleks yang telah mengalami perubahan struktur. Beberapa contoh koenzim: tiamin pirophosfat, flavin adenine dinokleat, Nicotinamide adenine dinucleotode, Pyridoxal phosphate, koenzim A, dll.

Kofaktor /co-factor
Jika gugus prostetik yang tersusun oleh bahan Anorganik disebut kofaktor. Kofaktor dapat merubah struktur active site dan/atau dibutuhkan oleh substrat untuk berikatan dengan active site. Contoh ko-faktor: yang dapat berupa molekul-molekul kecil atau ion-ion: Fe++, Cu++, Zn++, Mg++, Mn, K, Ni, Mo, Se, dll. 

Sedangkan gabungan antara Apoenzim dan koenzim disebut holoenzim.

3. Sisi aktif enzim (active site)
Sisi aktif enzim merupakan bagian enzim yang berikatan dengan substrat, daerah ini sangat sfesifik karena hanya substrak yang cocok saja yang bisa melekat atau berikatan pada sisi ini. Enzim merupakan protein yang memiliki struktur globular. Struktur enzim yang berlekuk-lekuk menyebabkan terdapatnya area yang dikenal sebagai active site. Terdapat bermacam asam amino penyusunnya dan bagaimana pengaturannya di area active site, yang mempengaruhi spesifisitas enzim. Umumnya enzim mengikat substrat dengan cara merubah konformasi, sehingga dapat kontak dengan substrat secara lebih baik.

Apakah ada enzim yang komponen utama adalah protein ? 
Jawaban: ya ada yaitu Ribozim
Ribozim adalah enzim yang bukan protein yang komponen utamanya RNA spesifik yang berfungsi mengkatalisis perubahan pre mRNA menjadi mRNA masak.

Karakeristik Enzim 
Ada 2 karakteristik penting enzim: 
1. Enzim tidak berubah masuk ke dalam reaksi kimia dan bertindak hanya sebagai katalisator. 
2. Enzim tidak mengubah keseimbangan yang konstan pada reaksi kimia tersebut, enzim ini hanya meningkatkan kecepatan dimana reaksi mendekati keseimbangan. 

Sifat –Sifat Enzim 
  • Pada umumnya enzim adalah protein, Enzim hampir seluruhnya adalah protein dan hampir lebih separuh jumlah protein yang ada dalam sel adalah ENZIM. Enzim merupakan protein molekul besar terdiri dari sebuah rantai asam amino atau lebih, disebut rantai polipeptida. Rangkaian asam amino menentukan karakteristik untuk spesifisitas enzim Setiap jenis enzim mempunyai bentuk tiga dimensi (konformasi) yang khas. Memiliki susunan asam amino tersendiri. Seperti halnya protein lain, enzim memiliki BM antara 12,000 – 1 juta kilodalton. 
  • Enzim adalah biokatalisator yaitu mempercepat suatu reaksi tapi tanpa mengalami perubahan karena reaksi itu sendiri. Proses biologis pada seluruh organisme hidup adalah reaksi kimia dan kebanyakan diatur oleh enzim, tanpa enzim banyak reaksi kimia ini tidak akan terjadi. Enzim mengkatalisa semua aspek metabolisme sel. Sebuah molekul enzim yang khusus dapat mengubah 1.000 molekul substrat per detik, kecepatan reaksi enzimatik meningkat dan kon-sentrasi substrat naik, kecepatan yang ditentukan oleh kecepatan aktif site dapat mengubah substrat menjadi produk. 
  • Enzim hanya disintesis oleh dan di dalam sel. Enzim akan disintesis jika sel mempunyai gen untuk enzim tersebut. 
  • Enzim merupakan senyawa yang jauh lebih kecil sehingga reaksi dapat berlangsung di dalam sel 
  • Dalam proses katalisis suatu reaksi, enzim bereaksi terlebih dahulu dengan substrat sehingga terbentuklah senyawa baru atau kompleks enzim substrat dan akan menghasilkan produk. Enzyme + Substrate = Product : E + S -> ES -> E + P 
  • Enzim dapat meningkatkan laju reaksi sekitar 107-1013 kali lebih cepat dari katalis non enzim. Meningkatkan kecepatan reaksi. 
  • Enzim dapat menurunkan energi aktivasi suatu reaksi. Untuk aktivasi, enzim membutuhkan energi yang lebih rendah. 
  • Enzim mempunyai sifat spesifitas yang menyebabkan enzim sangat memilih substrat yang akan dikenali, diikat dan diolah lebih lanjut 
  • Aktivitasnya hilang apabila enzim mengalami denaturasi. 
  • Untuk aktivitasnya ada yang membutuhkan koenzim/kofaktor (bentuk aktif vitamin atau logam). Vitamin C atau asam ascorbat harus ada didalam makanan karena tubuh tidak mempunyai enzim yang membantu pembentukan Vit C. 
Peran dan fungsi enzim dalam tubuh 
  • Enzim berperan penting dalam proses pencernaan 
  • Enzim berperan dalam metabolisme antara 
  • Berperan dalam percepatan reaksi dan merombak molekul yang lebih besar menjadi molekul yang lebih kecil atau sebaliknya 
  • Berperan sebagai alat diagnostik 
  • Berperanan dalam pengobatan 
Bagaimana kerja dari enzim?
Secara garis besar di bahas di materi Bagaimana enzim bekerja di dalam tubuh?

REFERENSI : 
Murray, dkk. 2009. Biokimia Harper. Edisi 27. Jakarta, EGC; 53-57.
Armstrong. 1995. Buku Ajar Biokimia. Jakarta: EGC.
Dawn B. Marks, dkk. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. EGC