Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Monday, March 25, 2019

Mari Belajar tentang Sitologi : Struktur Sel

Setiap mahluk hidup di dunia ini tersusun oleh sel, Sel adalah unit terkecil dari mahluk hidup. Ukuran sel sangat kecil sekali dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang/kasat mata. Untuk mengamati sel harus menggunakan alat yang disebut mikroskop. Dengan ditemukannya mikroskop sehingga secara langsung berefek semakin berkembangannya ilmu pengetahuan dibidang biologi sel dan molekuler hingga saat ini. Lalu ilmu cabang biologi yang mempelajari tentang sel adalah biologi sel, namun untuk spesifik mempelajari tentang bentuk atau struktur sel yaitu sitologi (cytology). Sitologi atau cytology berasal dari 2 kata yaitu Cyto : struktur sel dan logy : ilmu pengetahuan sehingga Sitologi atau cytology adalah Ilmu yang memperlajari tentang struktur sel. 

Bagian-Bagian Sel 
Dalam pembelajaran sitologi komponen utama yang dipelajari 3 bagian yaitu: Inti/Nukleus, Membran Sel / Plasmolemma, dan sitoplasma (cytoplasma) meliputi: Organella/Organoid /Metaplasma dan Paraplasma/Inclution

1. Nukleus /Inti Sel 
Nukleus /Inti sel merupakan bagian terpenting dari sel karena berperan sebagai motor kehidupan dan pengendali kegiatan sel / pengkoordinasi kerja sel. Ukuran Nukleus /Inti sel berdiameter 10—ám, nukleus terletak di tengah sel berbentuk bulat atau oval. Nukleus memiliki substansi DNA & RNA, DNA bersifat genetik dan mengatur pembentukan protein dalam sel dalam proses sintesis protein. DNA inti dapat berubah menjadi kromatin sewaktu interfase, dan pada saat membelah menjadi kromosom. Di bagian tengah inti sel / nukleus terdapat nukleolus (anak inti sel). Jumlah inti sel pada mahluk hidup pada 1 sel pada umumnya hanya satu inti, tetapi ada juga yang memiliki dua inti sel disebut binukleat contoh Paramaecium dan memiliki lebih dari 2 inti sel disebut multinukleat contohnya pada species Vauceria. Pada tubuh manusia sel yang memiliki inti sel lebih dari 2 adalah sel otot jantung. Sel yang tidak memiliki inti sel pada manusia adalah sel darah merah. Pada inti sel terdapat membran inti yang hampir sama bentuknya dengan membran sel yang tersusun atas 2 lapis lipid (lipid bilayer) yang terdiri lapisan luar (outer nuklear) dan dalam (inner nuclear) selain itu pada membran inti sel terdapat pori-pori juga tempat keluar masuknya substansi dari sitoplasma ke dalam inti sel. Organel sel yang paling berdekatan dengan inti sel yaitu Retikulum endiplasma dan ribosom. 

2. Membran Sel 
Membran sel yang disebut juga plasmolema tersusun dari lapisan lipid rangkap dua (lipid bilayer) yang disusun oleh fosfolipid, protein (trilaminer, asimetris), sterol/kolesterol dan karbohidrat. Pada membran sel susunan komponen tersebut dalam bentuk fosfolipid, glikolipid (karbohidrat yang berikatan dengan lemak), glikiprotein (karbohidrat yang berikatan dengan protein), kolesterol (terletak diantara kaki pada fosfolipid). Fosfolipid pada membran sel terdapat 2 lapis karena fosfolipid memiliki 2 bagian yang saling bertolak belakang dimana bagian bulat (atau sering diibaratkan kepala) bagian yang suka air yang disebut bagian hidrofilik, sedangkan pada bagian bawah (kaki) yang tidak suka dengan air yang disebut bagian hidropobik. Sehingga pada membran sel yang 2 lapis, bagian yang tidak suka air maka akan saling berdekatan seperti pada gambar membran sel. Membran sel merupakan pembatas anatara lingkungan dalam sel dengan lingkungan luar sel. Setiap substansi atau zat yang keluar masuk sel selalu melewati membran ini, sehingga sifat dari membran sel selektif fermeabel. 

3. Sitoplasma 
Sitoplasma /Cytoplasma merupakan materi pengisi antara inti sel dan selaput /membra plasma. Sitoplasma dalam inti disebut nukleoplasma. Komponen utama Sitoplasma yang berupa cairan adalah sitosol. Sitoplasma mengandung substansi yang bervariasi tempat terdapatnya organel-organel sel. 

Bagian – bagian penyusun sitoplasma: Organella/Organoid /Metaplasma dan Paraplasma/Inclution. 
gambar sel pada tumbuhan 
ORGANOID/ ORGANELLA/ METAPLASMA 
Organel-organel sel merupakan partikel hidup yang terorganisasi, umum/tetap ada dalam sel, memiliki fungsi spesifik untuk metabolisme (anabolisme & katabolisme). Organel-organel sel terdiri : Retikulum Endoplasma (RE), Apparatus Golgi, Ribosom, Lisosom, Sentrosom, mikrobody, Mitokondria/ chondriosoma/plasmochondria, sitoseleton. 

Retikulum Endoplasma (RE) 
Retikulum Endoplasma (RE) berasal dari kata reticular yang artinya anyaman. Retikulum Endoplasma (RE) tersusun oleh membran yang seperti jala. Retikulum Endoplasma (RE) letak memusat pada bagian dalam sitoplasma. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan saluran penghubung antara nukleus dan bagian luar sel. Macam Retikulum endoplasma terdiri dari RE Kasar (Rough Endoplasmic Reticulum - RER), bentuknya diselubungi ribosom sehingga tampak berbintil-bintil. RE Halus (Smooth Endoplasmic Reticulum – SER), tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya tampak halus. 

Fungsi Retikulum Endoplasma (RE) 
· Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus). 
· Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE Kasar). 
· Transportasi molekul dari bagian sel yang satu ke yang lain (RE Kasar dan RE Halus). 
· Menetralkan racun (detoksifikasi). 

Ribosom 
Ribosom merupakan struktur paling kecil dalam sitoplasma, ada yang bebas di sitoplasma ada yang terikat Retikulum Endoplasma (RE kasar). Ribosom berperanan dalam sintesa protein yaitu pada proses translasi. Selain berperan dalam sintesis protein, berfungsi pengganti fungsi inti pada sel tak berinti, misalnya Erithrocyt (sel darah merah) pada mammalia. Struktur ribosom tersusun atas ribosom sub unit besar dan ribosom sub unit kecil. 

Aparatus Golgi 
Aparatus Golgi disebut juga Kompleks Golgi/Apparatus Reticularis Golgi/Badan Golgi. Aparatus Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan, Aparatus Golgi bentuk berjala-jala tersebar dalam sitoplasma. Aparatus Golgi merupakan komponen terbesar dalam sel. Antar badan golgi berhubungan membentuk struktur jala, Aparatus Golgi berperanan dalam sekresi sel. Terdapat bagian cis, medial dan trans. 

Fungsi lain badan golgi: 
· Tempat sintesa polisakarida,. 
· Membentuk membran plasma. 
· Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel seperti protein, glikoprotein, karbohidrat dan lemak. 
· Membentuk akrosom pada sperma. 
· Banyak ditemukan dalam sel kelenjar, misal Gland salivales (kelenjar ludah). 

Lisosom 
Lisosom berasal dari kata Lysis = hancur/larut, soma = badan. Lisosom merupakan badan penghancur. Lisosom merupakan organel sel yang berperan dalam proteksi dan penghancur benda-benda asing yang ada di dalam sel. Lisosom tidak ada dalam sel tumbuhan karena pada tumbuhan untuk proteksi atau pelindung sudah dimainkan peran oleh dinding sel yang keras dan rapat. Lisosom merupakan membran kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Atau dengan kata lain lisozim adalah enzim hidrolitik yang terdapat didalam lisosom. Lisosom berbentuk agak bulat dibatasi membran tunggal, terdapat pada semua sel eukariotik terutama sel yang bersifat fagositik Lisosom banyak ditemukan dalam leukosit (sel darah putih). 

Fungsi Lisosom : 
· Melakukan pencernaan intrasel. 
· Autofagi, menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki di dalam sel misalnya sisa sisa organel sel yang sudah rusak. 
· Eksositosis, pembebasan enzim keluar sel yang banyak terdapat pada sel-sel kelnejar. 
· Autolisis, penghancuran diri sel dengan membebaskan isi lisosom ke dalam sel. 
· Menghancurkan senyawa karsinogenik. 

Badan Mikro/Microsoma 
Badan Mikro/microsoma/mikrobody menyerupai lisosom, bentuk agak bulat, diselubungi membran tunggal. Badan Mikro/microsoma berisi enzim katalase dan oksidase. Terdapat dua tipe, peroksisom dan glioksisom. Badan Mikro/microsoma banyak dijumpai pada ginjal dan hepar. 

Mitokondria 
Mitokondria merupakan granula berbentuk benang (mite+kondri/granula), sering disebut the power house of cell. Mitokondria bentuk bulat panjang seperti tongkat. Mitokondria dibatasi membran double yang kuat, fleksibel dan stabil yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan disebut Krista. Pada Mitokondria ruangan dalam berisi cairan matriks mitokondria yang kaya enzim respirasi sel, terdapat DNA, RNA dan Protein serta terdapat ribosom sendiri di dalam mitokondria. Fungsi mitokondria sebagai organ respirasi sel. Jumlah mitokondria meningkat pada sel aktif. Mitokondria paling banyak ditemukan pada sel otot. 
Sentriol 
Sel hewan dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah mengandung dua sentriol. Sentriol terletak dekat permukaan luar nukleus, terdiri dari sebaris, silinder 9 mikrotubula. Sentriol berperanan dalam pembelahan sel. 

Centrosoma/cell center/central cell/centrophere dan centriole 
Sentrosom merupakan badan pusat pembentukan sel; pusat organisasi mikrotubula yang penting dalam mitosis. Centriole ada sepasang, fungsinya untuk menarik kromosom pada ujung sel saat mitosis terjadi pada stadium metaphase. Fungsi Sentrosom mengontrol dan memberi arah pembelahan sel. 

Sitoseleton 
Sitoseleton berasal dari kata cyto dan skleton yang artinya rangka sel. Disini Sitoseleton berperan layaknya rangka pada tubuh sehingga akan membuat tegak dan berbentuknya sel. Sitoseleton terdiri dari Microtubuli, Microfilament/microfibril dan filamen intermediat. 
Microtubuli 
Struktur Microtubuli berbentuk tabung kecil, berdinding tebal, tabung terdiri filament/serabut halus, Dalam sel tersebar dalam sitoplasma dari sentriol dan berakhir pada chromosom. Fungsi Microtubuli: mempermudah dalam membagi sel sewaktu mitosis; dengan terjadinya perubahan bentuk memanjang, akhirnya chromosom ditarik. 

Microfilament/microfibril 
Microfilament/microfibril yaitu benang halus dalam sitoplasma. Banyak terdapat pada sel otot (tonofibril), memberi tonus/kekuatan otot berkontraksi. Microfilament/microfibril pada syaraf memperkuat konduksi/stimuli, Pada sel umumnya menimbulkan ketegangan pada sel dan memperkuat hubungan antar sel. 


Kloroplas 
Kloroplas hanya terdapat pada tumbuhan dan alga, Kloroplas mengandung pigmen (kloroplas), bahan dasar kloroplas (stroma). Kloroplas tempat berlangsungnya fotosintesis yang terjadi dalam dua tahap yaitu reaksi terang pada grana dan reaksi gelap pada stroma. 

PARAPLASMA/INCLUTION 
Paraplasma/Inclution merupakan partikel mati, Keberadaan tidak tetap, Bila dijumpai, tergantung metabolismenya. Contoh Paraplasma/Inclution: pigment (exogen berupa lipochrom, debudorts, mineral; dan endogen berupa haemoglobin, haemosiderin, bilirudin/hematiedin, biliverdin, melanin); kristaloid, sisa-sisa metabolisme, persediaan dan cadangan makanan (glikogen, lemak, dll) 

Fungsi Paraplasma 
Sebagai Cadangan Makanan: glikogen: (banyak disimpan di hati, sel otot), Lemak: (dalam jaringan lemak) 

Sebagai Pigment: a. Eksogen yaitu pigmen yang ada di dalam sel yang berasal dari luar tubuh, terdiri dari sebagai berikut: 
· lipochrom/pigment tumbuhan. yang larut dalam lemak, mis karotenoid wortel, tomat. 
· debudorts/masuk dalam tubuh melalui respirasi menimbulkan bercak paru calcicosis /timbunan debu silica, antracosis /debu batubara 
· Mineral/masuk lewat mulut, karena obat yg mengndung Ag (timbulkan kelabu kulit), Pb (biru ginggifa). 

b. Endogen berupa pigmen yang dihasilkan didalam sel seperti contoh: haemoglobin, haemosiderin, bilirudin/hematiedin, biliverdin, melanin.

No comments:

Post a Comment