Blog Tridarma Rasuane

Berisi tentang semua yang berhubungan dengan tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 29 Januari 2016

Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle

Tidak ada komentar :
Rasuane Noor 1*, Indwiani Astuti 2, Mustofa 2

1 Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah,
Metro
2 Department of Pharmacology and Therapy, Faculty of Medicine, Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta


ABSTRACT
a-Terpineol is a natural compound of terpenoid alcohols class. However, it can be synthesized from a-pinene of turpentin content. a-Terpineol has been reported as potential anticancer agent due to its activity on inhibition of cells growth and induction of tumor cell death. However, its anticancer activity in HeLa cervical cancer cells line has never been studied, yet. The aim of this study was to evaluate the cytotoxicity of a-terpineol and its effects to apoptosis and cell cycle. This was a quasi-experimental study with post-test only with non-equivalent control group design. Cytotoxicity of รก-terpineol was evaluated using MTT cell viability assay. The effect of a-terpineol on cell apoptotis was tested using acridine orange-ethidium bromide staining method, whereas its effect on cell cycle was evaluated by flowcytometry method. The results showed that a-terpineol had cytotoxicity against HeLa cell with an IC50 value about 12.46 ug/mL. Furthermore, a-terpineol induced the HeLa with an IC50 value about 13.12 ug/mL. Cell accumulation at G1 phase during cell cycle after incubation with a-terpineol (52.78)was observed. In conclusion, a-terpineol is potential as an anticancer due to its ability to induce cell apoptosis and to inhibit the cell cycle at G1 phase.

ABSTRAK
a-Terpineol adalah senyawa bahan alam golongan alkohol terpenoid. Namun demikian senyawa ini telah berhasil disintesis dari a-pinen dalam terpentin. a-Terpineol dilaporkan sebagai antikanker potensial karena aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan sel dan menginduksi kematian sel tumor. Namun demikian, aktivitas antikankernya pada sel kanker serviks HeLa belum pernah diteliti. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sitotoksisitas a-terpineol dan efeknya pada apoptosis dan siklus sel. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan quasiexperimental study with post-test only with non-equivalent control group. Sitotoksisitas a-terpineol dikaji dengan penetapan viabilitas sel MTT. Efek a-terpineol terhadap apoptosis sel diuji dengan metode pengecatan acridine orange-ethidium bromide, sedangkan efeknya pada siklus sel diuji dengan metode flowsitometri. Hasil penelitian menunjukkan a-terpineol mempunyai sitotoksisitas melawan sel HeLa dengan nilai IC50 sekitar 13.12 ag/mL. Akumulasi sel pada fase G1 selama siklus sel setelah inkubasi dengan a- terpineol (52.78) dijumpai dalam penelitian. Dapat disimpulkan, a-terpineol potensial sebagai antikanker karena efeknya dalam menginduksi apoptosis dan menghambat siklus sel pada fase G1.

Keywords: a-terpineol – cytotoxicity – apoptosis - cell cycle – anti cancer - HeLa

Ingin dowbload dan full teks silahkan Kunjungi 

JOURNAL OF THE MEDICAL SCIENCES (BERKALA ILMU KEDOKTERAN)



Sosialisasi Program Penanaman Tanaman Anti Nyamuk (Bioinsektisida) Kepada Masyarakat Kota Metro Di Daerah Yang Terkena Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Tidak ada komentar :
Usaha menekan populasi nyamuk vektor DBD (Demam Berdarah Dengue) menggunakan pestisida kimia seringkali menimbulkan kebalnya nyamuk (resisten) dan dampak residu terhadap lingkungan. Hal ini mendorong adanya alternatif penanaman tanaman antinyamuk yang tidak mencemari lingkungan, mudah terurai, selektif dan aman bagi manusia. Ada beberapa spesies tanaman yang dapat dijadikan tanaman antinyamuk. terdapat beberapa jenis tumbuhan yang tidak disukai oleh nyamuk diantaranya : zodia, geranium, sarai, tahi kotok, lavender, tembelekan, kayu putih, jeruk dan lain-lainnya. Cara penempatan tanaman antinyamuk bisa diletakkan di sudut ruangan dalam rumah, Untuk penempatan di luar rumah diletakkan dekat pintu, jendela atau lubang udara, sehingga aroma tanaman terbawa angin masuk ke dalam rumah.  

Hasil penelitian sebelumnya yaitu inventarisasi tanaman yang berpotensi menjadi bioinsektisida nyamuk di kota Metro, selanjutnya dikembangan untuk disosialisasi di masyarakat yang bekerja sama dengan Bapedda kota Metro. kegiatan yang telah selesai dilaksanakan di wilayah Kota Metro dengan mengambil sebagai contoh satu kelurahan di Metro Selatan pada bulan desember 2014 lalu.

Adapun berikut ini adalah penelitian-penelitan yang telah dilakukan menggunakan tanaman antinyamuk ssilahkan dikunjungi linknya ; 


POTENSI EKSTRAK BUNGA TAHI KOTOK (Tagetes erecta) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti YANG AMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN

Rabu, 27 Januari 2016

Studi Keanekaragaman Kupu-Kupu Di Bantaran Sungai Batanghari Kota Metro Sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman

6 komentar :
Peniliti : Rasuane Noor  dan  Suharno Zen


Abstrak
 Kupu-kupu merupakan serangga yang memiliki peran sangat penting dalam ekosistem yaitu sebagai pembantu dalam penyerbukan pada tumbuhan. Selain itu kupu-kupu juga dapat dijadikan sebagai bioindikator terhadap perubahan kualitas lingkungan karena kupu kupu sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem.   Keberadaan kupu-kupu saat ini terancaman langkah dan kepunahan, hal ini disebabkan sudah banyaknya alih fungsi hutan.  Hutan-hutan semakin berkurang dan beralih menjadi lahan-lahan pemukiman dan pertanian.  Keberadaaan kupu-kupu tergantung akan habitatnya. Habitat kupu kupu dengan jumlah makanan yang tersedia cukup maka keanekaragaman kupu-kupu yang tinggi.
Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman kupu-kupu di Bantaran Sungai Batang Hari  Kota Metro, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara purporsive. Koleksi kupu-kupu dilakukan dengan tekniksweeping mengikuti garis transek yang diterapkan secara random sepanjang 1000 m. Setelah selesai proses identifikasi maka selanjutnya diadakan proses pengklasifikasian. Indeks Keanekaragaman spesies (H) dihitung dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener.
Hasil penelitian ditemukan sebanyak 23 spesies kupu-kupu dari 5 familia, dengan spesies yang paling dominan adalah Eurema alitha sebanyak 136 ekor. Keragaman kupu-kupu Di Bantaran Sungai Batanghari  Kota Metro dikategorikan sedikit atau rendah karena memiliki nilai  Nilai H1< 1.
Kata Kunci ; Kupu-kupu, keanekaragaman, sungai batanghari.

Abstract
Butterflies are insects that have a very important role in the ecosystem is as a helper in the pollination in plants. In addition butterfly can also be used as a bio-indicator to changes in environmental quality since butterflies are very sensitive to changes in the ecosystem. The existence of butterflies are under threat at this time step and extinction, this is due to the many forests are converted into other land. Diminishing forests and lands turned into settlement and agriculture. Butterfly existence will depend habitat. Butterfly habitat with the amount of food available is quite the diversity of butterflies is high.
The aim of research to determine the diversity of butterflies in Batanghari River Plate in Metro City, the research method used is survey method with purporsive sampling. Butterfly collection done by sweeping follows the line transect technique is applied randomly along the 1000 m. After completion of the identification process we then held classification process. Species diversity index (H) is calculated using the Shannon-Wiener formula.
Results of the study found as many as 23 species of butterflies of 5 familia, with the most dominant species is Eurema alitha as much as 136. The diversity of butterflies in the Batanghari River Plate in City Metro categorized bit or lower because it has the value H1 < 1   

Lengkapnya Kunjungi : Jurnal Bioedukasi Pendidikan Biologi FKIP UM Metro