Berisi tentang semua yang berhubungan dengan tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 21 November 2017

4 Pilar Kebangsaan Seharusnya Sudah Tertanam Sejak Zigot

21 komentar :

Bangga dan senang tercurah saya rasakan saat bersama-sama keluarga besar tapis blogger mengikuti acara "Netezens Lampung Ngobrol Bareng MPR RI" acara yang berlangsung di Hotel Swiss-belhotel Lampung pada hari minggu 19 November 2017. Di kegiatan yang berlangsung 3 jam lebih tersebut, saya mendapatkan semangat kebangsaan yang kembali bergelora terutama dalam pemahaman 4 pilar kebangsaan, setelah sekian lama tidak perna mendapatkan wejengan dari sang pemimpin negeri ini secara langsung. 

Acara ngobrol santai ini yang dipandu oleh Anggota Tapis Blogger kawakan : Yandigsa, Materi  diisi oleh 3 pejabat terkemuka di MPR Republik Indonesia yaitu 
1. DR. (H.C) ZULKIFLI HASAN,.E., M.M.  (Ketua Umum MPR RI )
2. MA'RUF CAHYONO, S.H., M.H. (Sekretaris Jenderal MPR RI)
3. SITI FAUZIAH, S.E., M.M. ( Kepala Biro HUMAS)
Dari penyampaian ketiga toko penting Republik Indonesia ini, menyatakan bahwa pentingnya menyampaikan segala informasi yang benar kepada khalayak ramai atau masyarakat (publik), dengan itu dengan adanya para netezen atau warganet, di era sekarang semua informasi tersebut dapat tersalurkan ke segenap warga yang bisa menjangkau keseluruh pelosok negeri. serta tidak menyampaikan kabar atau berita bohong  atau hoax, menjadi warganet yang bersih demi kemajuan Indonesia. 

Dulu penduduk hanya bergantung informasi dari pemerintah ataupun televisi saja, dari mulut ke mulut, namun sekarang dengan berkembangan dunia digital, semua informasi dunia dapat diases seluruh pelosok negeri bahkan seluruh dunia (dengan catatan jik aakses internetnya mendukung, karena masih banyak wilayah RI yang belum terjangkau dunia internet). 

Selanjutnya penyampaian dari ketiga sumber tersebut sangat memuncul rasa Nasionlisem di diri pribadi saya yaitu: Ada sesuatu yang penting yang harus diinternalkan di masyarakat, karena masyarakat kita berlapis-lapis dan beragam. Tentunya dengan banyaknya keberagaman tersebut tidak sedikit yang akan memunculkan konflik, banyak cara dilakukan dunia untuk meredam tersebut. Jika caranya tidak produktif akan memunculkan konflik lebih besar. Maka dari itu : pentingnya 4 pilar.  Empat pilar MPR RI itu adalah pancasila, UUD 45, NKRI, dan  bhenika tunggal ika. 

Empat pilar itu jangan sampai hilang, kita sebagai pewaris harus menjaganya, merawatnya dan eksistensinya. Empat pilar Jangan sampai nilai-nilai itu hilang di generasi penerus kita. Jangan sampai generasi muda kita mencari ke negara lain. Karena negara Kita sedang diintif. Kita harus  jaga 5 hal yang menjadi Ideologi negara  dalam penjabaran sebagai berikut:
  • Bangsa yang religius dan tidak boleh hilang, indikatornya dan  implementasinya
  • Bangsa yang memanusiakan manusia sendiri / Karakter humanisme
  • Suarakan persatuan, nasionalisme Dengan banyak cara. Misal mencintai produk sendiri dll
  • Tidak boleh mengambil keputusan yang akan memunculkan konflik. Selesaikan dengan musyawarah mufakat
  • Keadilan sosial
Dari itu selanjutnya. Taat terhadap peraturan atau undang undang dasar, Suarakan bhenika tunggal ika, berbeda itu bukan sesuatu eksklusif yang dipertentangkan tetapi berbeda itu untuk bersatu untuk kokohnya NKRI. Menjalankan empat pilar itu caranya banyak yang penting kita tetap bersatu, Nilai nilainya itu harus kita pegang sebagai pemandu, Kita harus meningkatkan ketahanan kita, ketahanan ediologi kita. Itu untuk menuntuk kita dapat bersaing di global. Daya saing dan daya tahan. Bangun pemudi pemuda, menjadi tanggunganmu terhadap nusa dan bangsa.  Nilai2 kebangsaan RI penting yang harus dijaga.

Berikut ini puisi yang sempat disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MPR RI : MA'RUF CAHYONO, S.H., M.H. membuat saya sangat terharu.
Apakah kita masih indonesia?

MANIFESTO
INI BARU INDONESIA

Masih Indonesiakah kita 
Setelah sekian banyak jatuh bangun 
Setelah Sekian banyak tertimpa dan tertempa
Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

Masih kita meletakan harapan di atas kekecewaan 
Persatuan diatas perselisihan 
Musyawarah diatas amarah 
Kejujuran diatas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
Dan hanya tinggal sligan dan gambar

Tidak !
Karena mulai kini nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bumikan 
Menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Marauke 
Kita akan melihat lebih banyak lagi 
Senyum ramah dan tegur sapa
Gotong royong dan tolong menolong 
Kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan 
Kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari 
Kita melihat orang orang berpeluh tanpa mengeluh 
Berkeringat karena semangat 
Kerja keras menjadi ibadah 
Ketaatan menjadi kesadaran 
Kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya 
Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati
Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya

Hari ini kita gemakan, Ini baru Indonesia
Dari MPR untuk NKRI.

Selanjutnya Penyampaian Bapak Ketua MPR RI: Zulkifli hasan, masalah Indonesia yang sekarang harus kita tuntaskan bersama seluruh rakyat  adalah 
1. Kemiskinan 
2. Kesenjangan 
3. Korupsi 
4. Distrust

Generasi jaman sekarang harus membudayakan cinta daerah sendiri untuk Indonesia, memahani sejarah bangsa kita, serta harus memiliki ilmu pengetahuan. sehingga dengan ilmu kita akan tau atau dapat memprediksikan yang akan terjadi kedepan. serta punya ilmu juga harus cekatan. 


Mengapa Aku Merasa Ada Ketimpangan dengan Kebangsaan?
Indonesia, tanah airku, tempatku dilahirkan dan dibesarkan. Ibu pertiwi Indonesiaku Nusantaraku, negara besar yang terbentang dari Sabang hingga Marauke, negara maritim yang kaya dengan pulau pulau dan lautan.  Indonesia, nusa bangsaku yang merdeka pada 72 tahun yang lalu, berkat perjuangan para pahlawan yang berkorban jiwa raga, tumpah darah yang tidah bisa ternilai harganya, perjuangan para pahlawan kemerdekaan dan pembangunan hingga sekarang negaraku tercinta mampu berdiri tegak.  

Namun. 72 tahun sudah merdeka, tetapi dibenak dan pemikiranku yang paling dalam, mengapa aku merasa Indonesia belum merdeka, belum bebas sepenuhnya, masih banyak kejanggalan dan   ketimpangan, di mata kepala dan batinku, masih ada ketidakadilan, kesenjangan, bahkan maraknya korupsi di negeriku ini. bukan kah cita-cita luhur para pahlawan untuk mensejaterakan warga negara adalah sangat mulia, namun yang jelas sekarang memerdeka warga negaraku belum tercapai.

Lalu dimana kejanggalan dan ketimpangan itu? Masih tampak jelas dijalanan,  diperumahan, digedung-gedung, dipabrik-pabrik dan di kehidupan sehari-hari bahkan di luar negeripun. Warga negara  Indonesiaku masih sibuk menjadi pengais untuk menyambung hidup.  Bagaimana untuk berpikir menghasilkan kreatifitas yang baru jika hari-hari sibuk untuk memenuhi kebutuhan perut? ini salah salah siapa?

Kemiskinan masih tinggi, orang kaya makin kaya, persaingan makin berat, individualis makin meraja, lahan makin sempit, gedung makin mejulak langit, pekerja makin banyak, pengangguran makin tinggi, tinggal di rumah tapi lahan orang lain, mungkin banyak sudah ungkapnya atas fenomena kehidupan di tanah airku ini.  Tetapi yang paling menyedihkan mengapa aku merasa makin kesini, makin merasa di masyarakatku menjadi buruh di negeri sendiri. Dimana lahan kita untuk bercocok tanam?

Ada apa dengan ini? 
Apa ada yang salah dengan pemikiranku, pemikaran kita, pemikiran masyarakat, atau pemikiran pemimpin? 
Apa ada yang salah dengan penglihatanku, pendengaranku, semua makin berbeda dengan kehidupan yang diinginkan para pejuangan kemerdekaan. ada apa dengan kehidupan kita, cara kebiasaan kita atau cara pengelolaan kita?

Selanjutnya ini ada satu cerita indah namun menyesakkan.  Apa itu? hehe,, jangan serius-serius baget dunk.. santai yukk.. ini cerita tentang tentang pengalamanku dan fenomena anak muda sekarang.

Dulu sejak kecil, saya selalu ditanamkan oleh orang tua dan keluarga serta guru-guruku untuk selalu berkata sopan, tidak berbicara kotor, berpakaian yang baik,  bertata krama, salam sapa, dan lainnya bahkan dalam cara makanpun sudah diajarkan dengan ala adat yang begitu khas. terus yang penting lagi selalu untuk tepat waktu dan kedisiplinan yang tinggi, selain itu akupun sudah diajarkan cara berkreasi dalam tali temali, cara menangkap ikan dan cara memanen kopi hingga cara mengelolah menjadi bubuk kopi. Kesemuanya semakin tertempa ketika aku bergabung kepanduan pramukaan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. "Bukan pamer ya... hanya sekedar cerita"

Di keluarga dan kepanduan saya ditempa menjadi seorang anak muda yang harus kuat di laut, darat dan udara, hehehe kayak tentara aja . . Disana saya terbiasa karena kebutuhan kelompok  untuk kehidupan dengan gotong royong, ramah, bekerjasama, tolong menolong, santun, peduli serta  Bersemangat untuk kerja keras, taat dan  jujur.  "Bukan sombong lohh, tapi memang ikut pramuka itu banyak manfaatnya"

Kebiasaan-kebiasaan itu masih terbawa hingga sekarang, akan tetapi sebagai tenaga pengajar aku melihat banyak sekali perbedaan anak muda jamanku dulu dengan jaman sekarang, yang sekarang lagi ngetrend ANAK JAMAN NOW (dengan catatan tidak semua begitu). Tapi sebagian besar banyak, dimata kepalaku kok banyak muda yang manjah, suka mengeluh, mudah putus asa, dan tidak mau berusaha keras, tidak mau tau, tidak peka dengan masyarakat, seakan semua harus disuapi lebih parah lagi hilangnya norma-norma di kehidupan mereka. (semoga saja ini hanya sampel yang salah, hehe).

Kembali saya ingat masa kecilku, masa kecil saya habiskan di desa didaerah pegunungan bukit barisan selatan, saya tidak asing lagi dengan sebutan anak gunung, karen anak gunung mampu hidup kuat dan survive di alam, " bagga nihhh"  terus, dulu sejak kecil saya mandi dulu ke sungai, dimana perjalanan rumah ke sungai sekitar 2 km, itu kami lakukan setiap pagi dan sore hari, kami terbiasa dengan hal tersebut selanjutnya saya pergi ke sekolah harus jalan kaki sekitar 2 km dari rumah, kami juga teebiasa, kami tidak ada listrik dan internet tapi daya dan minat bacaku sangat tinggi. Banyak cerita jaman kami yang serba terbatas tapi kami lalui dengan semangat. 

Di sekolah kami selalu diajarkan dan ditanamkan tentang pancasila, UUD 45, Kenegaraan dan bahkan kami semua menteri kami hapal. Kami sulit mendapatkan berita, kami hanya tergantung pada stasiun televisi TVRI, itupun dulu masih hitam putih. Tapi semangat cinta negeri begitu menggebu.

Lalu bagaimana dengan anak muda sekarang? Mungkin lebih update tentang cerita senetron dan gosip artis daripada kinerja atau misi para pemerintah? coba tanya ke ibu - ibu rumah tangga apakah mereka hapal Pancasila? mereka tau tentang pilar kebangsaan? ya bisa dijawab dan praktekan di orang-orang sekitar kita, sehingga tau jawabannya? 
Mengapa demikian? Duhh komplit ya?

Mengulas hal tersebut sehingga saya berasumsi perlunya menananam 4 pilar kebangsaan sejak zigot.

Nah apa itu zigot? 
Zigot adalah hasil dari pembuahan antara sel sperma dan sel telur yang akan tumbuh dan berkembangan menjadi embrio selanjutnya menjadi janin di dalam rahim ibunya. 
Oleh karena itu zigot sudah mengandung gabungan dari gen ibu dan bapaknya. Gen adalah kode genetik yang membawa informasi dari orang tua yang diturunkan ke keturunannya.  
Maka semua informasi sifat kedua orang tua akan bersatu didalam zigot, sifat-sifat baik orangtuanya akan diturunkan ke zigot tersebut.

Lalu 4 pilar kebangsaan itu apa saja ?
Ini dia yang dimasud 4 pilar
Empat Pilar Kebangsaan 
  1. - Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara 
  2. - UUD NRI tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara 
  3. - NKRI sebagai bentuk Negara 
  4. - Bhenika Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara
Implementasi sila-sila Pancasila
KETUHANAN YANG MAHA ESA 
- Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai 
- Berenti saling merendahkan, mulailah menghormati perbedaan
- Berhenti takabur, mulailah bersyukur

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 
- Stop marah marah, mulailah bersikap ramah 
- Berhenti memaki, mulailah memakai hati
- Berhenti curiga, mulailah menyapa

PERSATUAN INDONESIA
- Berhenti berseteru, mulailah bersatu
- Berhenti memaksakan, Mulailah berkorban 
- Berhenti mencari perbedaan, mulailah bergandeng tangan

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
- Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat 
- Berhenti besar kepala, mulailah berlapang dada
- Berhenti bersilat lidah, mulailah bermusyawarah

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 
- Berhenti malas, mulailah bekerja keras
- Stop diskriminasi, mulailah toleransi
- Berhenti menang sendiri, mulailah berbagi.

oleh sebab itu pentingnya didikan dari orang tua sejak dini tentang kebangsaan dan cinta tanah air sedini mungkin sehingga akan memunculkan rasa memiliki sepenuhnya dan akan bisa mengendalikan bangsa NKRI akan dibawa kemana. 

Mari kita pahami dan wujudkan 5 pilar kebangsaan Indonesia. 

21 komentar :

  1. wih, mantap, dijelaskan secara lengkap. perfect

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas, berusaha menyampaikan dengan cara pribadi..hehe

      Hapus
  2. menanamkan nasionalisme pada kids jaman now memang sedikit rumit ditengah gencarnya pengaruh barat dan liberalisme.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul mas, tantangan kita semua, syukur banget pemerintah sudah jeli dengan kemerostan nilai nilai ini.. Bravo

      Hapus
  3. Indonesia milik kita, mari jaga bersama. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, inilah rumah kita, tanah air, ibu pertiwi, harus kita jaga bersama.

      Hapus
  4. Lagi2 kids zaman now jadi trend hehe.. Semoga kids zaman now pada baca juga biar sadar akan jiwa nasionalismenya.. Keren2

    BalasHapus
    Balasan
    1. YUp, semoga kids zaman now, segera tertanam dan paham pentingnya nilai nilai kebangsaan ini.

      Hapus
  5. lengkap ini, mencerahkan, satu hal yang kemarin sayang belum kejawab, Bagaimana menangani hoax. Karena hoax lah penajajah utama kita di zaman now.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul hoax yang memasuki dan merasuki kids jaman now.. Solusinya awal jeli dan teliti terhadap info yg belum jelas sumbernya.

      Hapus
  6. Dan menjadi tugas kita yang jaman old utk mencerahkan melalui tulisan di sosial media yang kita kelola. Mari berperan bukan baperan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bravo ya nov, kita bisa jadi warganet yang bersih dan jauh dari hoax.

      Hapus
  7. Wah keren neh. Waduh saya belum kawakan mas. Yandigsa masih yesterday afternoon Kids

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Setidaknya sudah masuk yang cukup berpengalaman di tapis blogger.

      Hapus
  8. Alhamdulillah menjadi sebuah pencerahan, semoga peran para Blogger menumbuhkan rasa kebangsaan melalui tulisan akan sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, semoga blogger dan penulis makin bersih dari unsur hoax dan boncengan oknum cari untung halal haram hantam.

      Hapus
  9. Kesadaran akan pentingnya berhati-hati dalam menyampaikan berita di dunia digital ini harus dipelopori oleh orang-orang yang sudah menyadari efek penghancurannya terhadap stabilitas berbangsa dan bernegara. Semogankitabtermasuk di dalamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih umi neny.. Luar biasa..

      Hapus
  10. Adalah tugas kita bersama untuk menanamkan jiwa nasionalisme kepada anak2 penerus bangsa. Baik melalui tulisan maupun teladan dalam keseharian. Karena apa? Karena tingkah dan perilaku anak zaman sekarang atau kids zaman now sedikit banyaknya merupakan hasil dari proses meniru perilaku kids zaman old alias orangtua mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap, umi memang luar biasa kalau yang pengalamannya sudah kelas motivator.. Bravo umi..

      Hapus
  11. Keren ulasannya.
    Kita harus mampu mengubah pola pikir kids zaman now agar lebih bersikap nasionalis n jadi kidz TOP

    BalasHapus