Tridarma perguruan tinggi: pendidikan/ pengajaran, pengabdian dan penelitian

Monday, October 17, 2016

Soal Soal Pengantar Mata kuliah Evolusi

  1.  Apa pengertian dari spesiasi?
  2. Jelaskan hukum Hardy weinberg?
  3.  Apa pengertian alel dan berikan contohnya ?
  4. Apa yang dimaksud dengan homozigot alel dan berikan contohnya?
  5.  Apa yang dimaksud dengan heterozigot alel dan berikan contohnya?
  6. Apa yang dimaksud dengan fenotif alel dan berikan contohnya?
  7. Apa yang dimaksud dengan genotif alel dan berikan contohnya?
  8. Apa yang dimaksud dengan gen?
  9. Apa pengertian mutasi?
  10.  Apa yang dimaksud dengan point mutasion?
  11. Sebutkan dan jelaskan macam-macam mutasi?
  12. Apa yang dimaksud dengan gen rekombinan?
  13. Apa yang dimaksud dengan gen flow?
  14.  Apa yang dimaksud dengan genotif drift?
  15.  Apa Pengertian dari populasi?
  16.  Apa yang dimaksud dengan seleksi alam?
  17.  Apa yang dimaksud dengan favoured races? 

Jawabannya tunggu posting selanjutnya 
J
J

Sunday, June 26, 2016

Materi Teknik menulis Opini dan Feature Ilmiah Populer

Kegiatan yang diadakan pada hari minggu tanggal 26 juni 2016 di Kampus 3 Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Metro, serangkaian kegiatan dari pagi hingga sore di isi oleh para pemateri. Pada materi ke dua disampaikan oleh Budisantoso Budiman (Jurnalis editor LKBN ANTARA BIRO LAMPUNG) yang berjudul "Opini dan Feature yang berisi dan Berbunyi" 

Secara singkat berikut ini materi yang dapat saya tangkap, semoga bermanfaat: 
Para jurnalis dan penulis akan menghasilkan suatu produk yaitu berupa berita (news), Features (views / tulisan berkisah), tajuk, kolom, artikel, prosa – sastrawan, piksi – fiksi/sastrawan, produk foto/gambar, dan adventorial. 

Prinsip menulis berita (hasil reportase atau pelaporan) adalah melaporkan seluk beluk fakta atas suatu peristiwa yang telah, sedang, atau akan terjadi. 

Penulisan mencakup apa yang dilihat, didengar, atau dialami seseorang atau kelompok, prinsip dengan disingkat 5W + 1 H = what (apa), who (siapa), when (kapan), where (dimana), why (mengapa) dan how (bagaimana). 

Pilihan pelaporan yaitu berdasarkan kebutuhan pembaca, dengan fakta yang benar, memberi informasi, mendidik,menghibur, dan mengawasi. 

Penulisan berita terdiri dari : 
Judul, teras (pembuka), isi berita / tubuh berita. 
Pilihan bahasa: ringkas, padat, jelas, dan patuh EYD (eja bahasa Indonesia yang benar). 
Kategori peristiwa : momentum/ spontan/ mendadak, peristiwa teragendakan, berita lanjutan, peristiwa fenomenal.

Produk artikel atau tulisan antara lain adalah opini : 
Opini adalah pendapat, sikap, penjelasan, gagasan, ulasan, komentar dan lain lainnya terhadapat suatu masalah fenonema atau topik tertentu yang lebih bersifat pribadi dan individual oleh orang yang tergolong ahli atau pakar pada bidangnya, termasuk mereka yang mejadi penulis kolom (kolumnis) penulis esai dan jurnalis senior. 

Struktur opini : 
Sudut pandang, judul, alinea pembuka, tubuh opini : pemaparan data dan fakta, analisis dan pendapat, ending/punutup/rekomendasi/simpulan

Prinsip penulisan artikel opini : 
• ilmiah ke popular 
• isi berat ke ringan 
• rumit ke simpel 
• formal ke santai 
• padat ke ringkas 
• kaku ke lugas 
• ketahui siapa pembaca dan apa tujuan penulisan

Pedoman penulisan : 
• Berpikir dan tulis 
• Gunakan kata- kata inti tanpa kata-kata mubazir 
• Kalimat pendek 
• Memilih kalimat aktif 
• Paragraf singkat/hemat, jelas, enak ilihat mata
• Konkret untuk menciptakan bahasa yang baru
• Deskriptif 
• Penuh warna 
• Penulisan bertutur/kronologis-berkisah-bercerita agar terasa mengalir dengan lancar 
• Ragam bahasa sesuai sasaran dan tujuan tulisan 

Kerangka features: 
• Pemilihan angle (sudut pandang) tulisan 
• Judul yang memikat 
• Alinea pembuka (lead) 
• Tubuh tulisan 
• Ending/penutup 

Features / tulisan berkisah 
1. News Features
2. Profile Features
3. How to do Features
4. Human interest Features

Penulisan deskripsi 
- Deskripsi barang / benda 
- Deskripsi orang / sosok 
- Deskripsi perasaan seseorang 
- Deskripsi aksi (orang atau hewan)
- Deskripsi tempat atau suasana 


Saturday, June 25, 2016

Pelatihan Teknik Penulisan Ilmiah Populer

Kerjasama pojoksamber.com dan Universitas Muhammadiyah Metro kegiatan Pelatihan Menulis Ilmiah Populer yang diadakan di Kampus 3 Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Metro, diisi oleh pemateri yaitu Bapak Dr. Achyani, M.Si. (UM Metro), Budisantoso Budiman (LKBN Antara), dan Pojoksamber.com

Kegiatan yang diadakan sehari tanggal 26 Juni 2016 yang diikuti oleh para peserta dosen-dosen Universitas Muhammadiyah Metro dengan tujuan 

1. Memberikan pengetahuan awal keterampilan menulis ilmiah populer
2. Membangkitkan motivasi menulis para dosen di Universitas Muhammadiyah Metro Provinsi Lampung 
3. Membentuk Grup Penulis di Universitas Muhammadiyah Metro Provinsi Lampung 

Adapun dosen yang mengikuti adalah: 
1. Kian Amboro M.Pd
2. Kuswono M.Pd
3. Kartika Sari M.Bts
4. Rasuane Noor, M.Sc
5. Fenny Thresia, M.Pd.
6. Deddy Subandowo, M.Pd.
7. Nurai Suryadina, M.Pd.
8. Febriansyah S.E.MM
9. Dr. Prima Angkupi, 
10.Dwi Irawan MT
11.M.Nur
12.Andrianto SE, MM

Dari materi yang saya dapatkan menjadi motivasi untuk terus lebih gencar dalam menulis dan menulis lagi. apalgi teringat perkataan teman kuliah dulu yang sekarang lagi study doktoral di Jepang: dr. Jajar Setiawan, M.Sc., beliau selalu menyampaikan dengan slogan "menulislah jika ingin dikenang di dunia" ya kurang lebih begitulah yang beliau sampaikan. kali ini saya mendapatkan beberapa kata mutiara, yang disamapaikan oleh bapak Achyani : 

"Bila bukan anak raja, berselfilah"

"Literatur boleh terbatas tapi perspektif tak terbatas"

"To live it to give (ridwan kamil motto) , Hidup adalah berbagi, berbagi ilmu ide, berbagai pengalaman, dll."


Saturday, June 11, 2016

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Universitas Muhammadiyah Metro

“gerakan revolusi aktif kreatif guna menyadarkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan”
Peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 juni, yang diperingati oleh para pecinta lingkungan setiap tahunnya di seluruh dunia, bertujuan untuk supaya segenap masyarakat dunia agar selalu menjaga dan melestarikan lingkungan, karena lingkungan adalah tempat kita berpijak dan bernapas. di Universitas Muhammadiyah Metro, selalu mengadakan acara peringatan hari Lingkungan hidup ini, tahun 2016 ini, yang diprakarsai Mahasiswa dan Dosen yang terlibat di mata kuliah Pengantar lingkungan (Pengling), yaitu mahasiswa jurusan Pendidikan MIPA semester 2, yang terdiri dari 3 prodi yaitu: Prodi Pendidikan Fisika, Prodi Pendidikan Matematika dan prodi Pendidikan Biologi. sedangkan dosen pengampu mata kuliah Pengling dikoordinatori oleh Dr. Agus Sujarwanta, M. Pd. Dengan anggota tim teaching Rasuane Noor, M.Sc. dan Widya Sartika, M.Sc. Pada tahun ini UM mengadakan peringata hari lingkungan hidup tersebut diundur pada hari sabtu taggal 11 juni ini, karena banyak kegiatan perkuliahan dan kegiatan kampus lainnya. Pada kegiatan diisi dengan 2 kegiatan utama yaitu pameran kreatif dan enviromental quis, dengan temanya : “gerakan revolusi aktif kreatif guna menyadarkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan” 

Kegiatan yang diadakan sehari dengan ketua panitia: Wahyu Tri Sutrisno, mahasiswa dari prodi matematika diadakan di lapangan kampus UM Metro, dengan dimeriahkan oleh para dosen dan mahasiswa UM metro. Acara pertama pembukaan kegiatan dengan master Ceremony (MC): Ita Nurmalita ( prodi MTK), rangkaian acara pembukaan dari sambutan pertama oleh ketua panitia, kemudian dibuka secara resmi oleh wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan pak Drs. Anak Agung Oka, M.Pd. dan selanjutnya ditutup dengan doa oleh Muhammad Tamzis (prodi MTK). Pada kesempatan ini para dosen yang hadir dari Bapak Pembantu Rektor 1 ; Dr. Muhfahroyin, M.T., ketua LPPM UM Metro : Dr. Handoko Santoso, M.Pd., Dekan FKIP: Drs. Partono, M.Pd., Kajur Pendidikan MIPA : Dr. Agus Sutanto, M.Si. dan segenap dosen di FKIP UM Metro. 

Selanjutnya acara utama yang terdiri dari pameran kreatif dan enviromental quis. Pada acara pameran kreatif diikuti oleh semua kelompok mahasiswa semester 2, jurusan Pendidikan MIPA, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 orang, masing kelompok membuat karya kreatif yang berbahan dasar limbah. Dari seluruh peserta kelompok terkumpul sekitar 30an karya kreatif meliputi diantaranya : kotak tisu, bunga hias, rumah-rumahan hias, tas, pas bunga, figura/bingkai foto, dan lain-lainnya. Hasil-hasil karyanya dapat disimak KLIK SINI. Dari sekian banyak karya kreatif dipilih 3 karya kreatif terbaik yang dinilai oleh tim juri terdiri dari dosen Pengampu Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan yaitu Rasuane Noor, M.Sc. dan Widya Sartika, M.Sc. dengan kreteria sebagai berikut: 

1. Kejelasan pesan edukasi lingkungan hidup
2. Potensi edukasi bagi penyadaran lingkungan hidup
3. Kepraktisan karya
4. Daya ungkit keingintahuan bagi pemirsa
5. Daya pikat bagi pemirsa

Dari hasil final penilaian para tim juri pemenang untuk pameran hasil karya kreatif yaitu: 
Juara pertama : Keranjang dari bibir gelas plastik minum meneral (kelompok dari prodi Fisika)
Juara kedua : Batuk kelapa penyimpan harta (kelompok dari prodi Matematika)
Juara ketiga : Tisue dari kerang / shell (kelompok dari prodi Matematika)

Pada acara Kuis Enviromental diikuti oleh pesertanya dari kalangan: wakil mahasiswa, dosen, masyarakat, karyawan. Masing-masing peserta terdiri 5 orang. Kuisnya mirip famili 100 yang dimodifikasi yang bertemakan tentang lingkungan. Pada kesempatan kuis ini yang menjadi juara yaitu dari tim Mahasiswa diikuti oleh tim dosen posisi kedua. Di acara ini ada keunikan khas, dimana para pemenang acara kuis mendapatkan hadiah berupa tumbuhan dalam pot, dengan alasan tumbuhan ini, jika dijaga para pemenang, makan akan bermanfaat memberikan oksigen bagi mahluk hidup. Disela-sela kuis diintermezo penampilan puisi dan lagu dari pendidikan fisika : Rona dan dkk dan Musik akustik oleh Wahyu Tri Sutrisno dan Nadia Kurniasih (MTK).

Semoga kegiatan ini bukan hanya sekedar peringatan hari lingkungan hidup sedunia tetapi menjadi fakta nyata untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan. Semoga semuanya sadar akan pentingnya menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup kita dan anak cucu kelak. Sesuai dengan tema kali ini gerakan revolusi aktif kreatif guna menyadarkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Thursday, June 9, 2016

Mengapa Hidrogen Peroksida (H2O2) Beracun Bagi Sel?

Hidrogen Piroksida (H2O2) adalah suatu senyawa oksidator kuat, Asam lemah yang bisa larut dalam air. Hidrogen peroksida sangat berbahaya karena menyebabkan bahaya serius hingga kematian.


Dalam kehidupan sekarang ini hidrogen peroksida (H2O2) biasa digunakan sebagai disinfektan, pembersih, pemutih dan bahkan bahan kosmetik. Namun penggunaan zat ini sangat berbahaya apabila tidak didasari pemahaman kuat apalagi digunakan untuk tubuh dan makanan karena sangat tidak dianjurkan karena zat ini mudah bereaksi (oksidan kuat) dan korosif.

Jika tertelan dapat Menelan menyebabkan kerusakan lambung dengan adanya iritasi atau tukak lambung dengan gejala yang muncul seperti mual, muntah, hingga muntah darah (hematemesis). Selain itu mengakibatkan kerusakan di paru-paru. Menelan zat ini juga bisa menyebabkan kelesuan, kebingungan, kejang hingga koma. Menghirup larutan hidrogen peroksida kadar tinggi dapat menyebabkan batuk dan pembengkakan selaput lendir.

Jika masuk melalui pembuluh darah dengan cara pemberian misalnya melalui infus dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah di tempat suntikan, embolisme gas, dan reaksi alergi yang berpotensi mengancam nyawa. 

Hidrogen poliroksida dilarang digunakan untuk mengobati luka dalam atau luka bakar serius. Karena dapat menyebabkan luka bakar yang lebih luas pada kulit. Selain itu zat ini dihirup, ditelan, kontak dengan kulit maupun mata dapat menyebabkan luka parah dapat menyebabkan iritasi mata hingga kerusakan mata dan kerusakan organ tubuh lainnya. Paparan larutan hidrogen peroksida yang lebih pekat (konsentrasi zat > 10%) dapat menyebabkan ulkus atau perforasi kornea.

Keracunan hidrogen peroksida dapat menimbulkan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan, batuk, pusing, mual, sesak napas, bintik putih kemerahan di kulit, kulit terbakar, penglihatan kabur, luka bakar dalam yang parah, dan sakit perut.

Pada dosis konsentrasi hingga 3 persen, hidrogen peroksida diketahui dapat menyebabkan iritasi dan luka pada mulut, kerongkongan dan usus bila dikonsumsi secara oral. Bila langsung bersentuhan dengan kulit, senyawa ini juga bisa mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal.

Hidrogen Peroksida (H2O2) Di Dalam Sel / Tubuh 

Secara alami, hidrogen peroksida juga terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Zat ini sebagai produk sampingan berbagai proses biokimia yang terjadi di dalam sel. senyawa ini sangat beracun bagi sel tubuh karena dapat mengoksidasi protein, membran lipid serta DNA yang bersentuhan dengan dengan zat ini. Di dalam sel tubuh zat ini jika tidak segera diurai, maka sel tubuh dapat mengalami kerusakan yang akhirnya akan memicu kematian sel.
Akan tetapi tubuh makhluk hidup memiliki cara khas untuk mencegah kerusakan sel tersebut akibat beracunnya zat ini. 

Bagaimana cara sel dalam menguraikan H2S2 tersebut yaitu dengan adanya agen antioksidan bernama enzim katalase. Setiap sel makhluk hidup memiliki sistem ini, enzim katalase yang berfungsi untuk mengurai H202 di dalam sel sehingga menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). sebelum Hidogen Peroksida (H2O2) menimbulkan kerusakan serius karena bersifat toksik maka dirubah menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. 

Kerja sel-sel imunitas tubuh juga menggunakan hidrogen peroksida untuk menghancurkan patogen (benda asing) seperti bakteri, virus, dan agen infeksi lainnya. Sel imun dalam bekerjanya dengan cara yang sangat terkontrol sehingga tidak membahayakan sel sel tubuh yang lain. Senyawa H2O2 ini didalam sel imun disimpan dalam ruangan khusus/organel sel bernama fagosom. Fagosom digunakan untuk membunuh patogen setelah "ditelan" oleh sel imunitas. H202 diluar organel fagosom akan langsung diuraikan oleh enzim katalase.

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah sisa metabolisme aerob pada sel yang bersifat toksik (beracun) bagi sel tubuh. Setiap Hidrogen peroksida (H202) yang muncul di dalam tubuh akan langsung diurai oleh enzim katalase menjadi menjadi air (H2O) dan oksigen (O2)sebelum memberikan kerusakan yang besar bagi jaringan tubuh. Namun bila jumlah Hidrogen peroksida (H202) tersebut terlalu banyak dari yang bisa ditangani, kerusakan jaringan pun akan terjadi dan bisa berujung pada kematian.

Hidrogen peroksida (H202) merupakan produk sampingan yang tidak diinginkan dan berbahaya bagi tubuh. Contohnya Hidrogen peroksida (H202) dapat terbentuk dari pemecahan asam amino dan asam lemak. Hidrogen peroksida terbentuk dari oksigen yang mengalami reduksi dua elektron. Pada sistem biokima sel, hidrogen peroksida terbentuk dari superoksida. Dua molekul superoksida dapat bereaksi membentuk hidrogen peroksida dan oksigen 2 O₂ + 2H ---> H₂O₂ + O₂.

Bila dalam tubuh tertimbun Hidrogen peroksida (H202) sel-sel dalam tubuh terutama organ hati dapat rusak sebab Hidrogen peroksida (H202) bersifat racun dalam tubuh. Karena hidrogen peroksida dapat diubah menjadi radikal hidroksil yang dapat menyebabkan peroksidasi lipid pada membran sel sehingga terjadi kerusakan sel. Apabila hati rusak, maka hati tidak dapat menghasilkan enzim yang dapat menetralkan racun. Sehingga dapat terserang penyakit dan gangguan seperti :

a. Penyakit fibrosis ginjal progresif.
b. Akatalasia, yaitu terjadinya hemolisis pada sel-sel darah merah.
c. Vitiligo, yaitu penyakit kulit yang ditandai dengan adanya makula putih yang dapat meluas di beberapa bagian tubuh.
d. Rambut beruban disebabkan tubuh terlalu banyak menghasilkan hidrogen peroksida. Senyawa ini menghalangi produksi melamin, yaitu pigmen yang memberikan warna bagi kulit dan rambut. Banyaknya senyawa hidrogen peroksida yang dihasilkan tidak seimbang dengan produksi katalase dalam tubuh.

Di dalam sel Hidrogen peroksida (H202) dikumpulkan dalam peroksisom kemudian didegradasi oleh enzim katalase menjadi hidrogen dan oksigen (H₂O₂ ---> H₂O + ½ O₂).

Kerja enzim katalase dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah derajat keasaman (pH). Enzim katalase dapat bekerja maksimal dalam pH netral.

Enzim katalase dihasilkan di hati. Fungsi enzim katalase adalah dapat menguraikan (menetralkan) hidrogen perioksida (H₂O₂).

Enzim katalase adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme, yakni di dalam organel badan mikro: peroksisom. 

Kerja enzim dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH) dan suhu. Pada pH terlalu asam dan basa, enzim menjadi non aktif, sehingga tidak dapat bekerja. Sedangkan pada saat dididihkan, suhu menjadi tinggi sehingga enzim menjadi rusak (denaturasi). Enzim adalah protein yang berperan sebagai katalis dalam metabolisme makhluk hidup. Salah satu enzim yang di dahasilkan tubuh adalah enzim katalase.

Enzim katalase termasuk ke dalam golongan desmolase, yaitu enzim yang dapat memecahkan ikatan C-C atau C-N pada substrat yang diikatnya. Enzim katalase juga dapat ditemukan dalam sistem pencernaan hewan ataupun manusia. 

Kegunaan enzim katalase pada hewan dan manusia adalah untuk menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), yang merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Namun, Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi ataupun pada suasana asam dan basa. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (±30 0C) dan suasana netral.

HIDROGEN PEROKSIDA
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Oleh karena itu, senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Dan enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung.

Bentuk reaksi kimianya adalah:

2H2O2 --> 2H2O + O2

H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi yang sangat rendah, kira-kira kurang dari 1% per tahun. Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan. Selain menghasilkan oksigen, reaksi dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O), dan panas. Reaksi dekomposisi eksotermis yang terjadi adalah sebagai berikut:

H2O2 -> H2O + 1/2O2 + 23.45 kcal/mol + kalor (panas)

Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi dekomposisi hidrogen peroksida adalah:

1. Bahan organik tertentu, seperti alkohol dan bensin

2. Katalis, seperti Pd, Fe, Cu, Ni, Cr, Pb, Mn

3. Temperatur, laju reaksi dekomposisi hidrogen peroksida naik sebesar 2.2 x setiap kenaikan 10oC (dalam range temperatur 20-100oC)

4. Permukaan container yang tidak rata (active surface)

5. Padatan yang tersuspensi, seperti partikel debu atau pengotor lainnya

6. Makin tinggi pH (makin basa) laju dekomposisi semakin tinggi

7. Radiasi, terutama radiasi dari sinar dengan panjang gelombang yang pendek

Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.


Tuesday, February 23, 2016

Makna yang Mendalam dari Tunggu Tubang Suku Semende

Apa itu Tunggu Tubang?  dimana kita bisa menemukan siapa tunggu tubang itu?  

Istilah tunggu tubang di suku Semendo / semende dari beberapa referensi yang saya baca. Tunggu tubang adalah sistem struktur kedudukan di suku semende dimana seorang wanita yang paling tua memiliki hak mengurus, mengelola, menikmati hasil dan menjaga warisan berupa rumah dan sawah /kebun tetapi tidak ada hak memiliki apalagi akan menjual warisan tersebut, tidak boleh. Tunggu tubang juga tempat pulang anggota keluarga apabila untuk urusan keluarga, ziarah, hajatan dan lainnya. selain itu tunggu tubang tidak bisa dipisahkan kata meraje. Meraje adalah paman dari sang wanita tunggu tubang itu. dimana meraje memiliki hak dan kewajiban dalam menjaga warisan tersebut. 

Menurut pandanganku dari segi mempertahankan harta dan warisan. tunggu tubang adalah pemikiran yang luar biasa, karena mampu diterapkan hingga 3 abad. pemikiran para puyang awak, adalah solusi melepaskan masalah pada jaman dulu, tetapi efek di keturunan semende sangat terasa. menurutku tunggu tubang adalah salah satu cara untuk mempertahankan tanah air tidak diambil oleh pihak lain. atau merupakan cara mencegah penjajahan. karena saat itu kita dijajah oleh Belanda. jika benar-benar tunggu tubang diterapkan. rumah dan sawah tidak akan perna pindah tangan ke orang lain atau lain suku.. karena selalu diturunkan ke anak perempuan yang paling tua. selanjutnya puyang awak sudah memplot, bahwa tanah anak cucungnya di bukit ke 7 atau tepatnya di bukit barisan selatan hingga ke banten bagian barat. Tanah tunggu tubang akan selalu terjaga dan anak tengah atau yang turun akan membuka lahan baru untuk tunggu tubang -tunggu tubang baru. 

Dari beberapa pandangan Selain itu tunggu tubang secara adat utamanya adalah mewujutkan tata norma dan nilai kehidupan, menghormati dan menghargai wanita pada posisi yang terhormat, kemudian mengajarkan pengolahan ekonomi serta tanggung jawab terhadap orang tua, saudara dan keluarga besar. 

Pengantin Wanita di Suku Semendo dan adat Palembang
Foto : Rasuane Noor 




Thursday, February 18, 2016

Publikasi Ilmiah : Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Biologi SMA Melalui Studi Keanekaragaman Makrofungi di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas.

Berikut ini adalah hasil penelitian kami yang diadakan di Taman Nasional Way Kambas tepatnya di Resort Way Kanan, penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 yang dipublikasikan di jurnal Nasional yaitu jurnal Biedukasi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro. 
Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yang mana pertama yaitu melakukan penelitian ke lapangan dengan mendata Keanekaragaman Makrofungi yang ada di Taman Nasional Way Kambas tepatnya di Resort Way Kanan, selanjutnya hasil penelitian ini dibuatkan produk pembelajarannya yaitu berupa LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik. untuk mendapatkan info lengkap hasil penelitian kami yang sudah di publikasi dapat disimak abstraknya berikut ini sedangkan untuk mendapatkan artikel fullnya dapat di download di link yang tertera dibawah. oke terima kasih semoga bermanfaat. 

PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BIOLOGI SMA MELALUI STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROFUNGI DI RESOR WAY KANAN BALAI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS

Ida Sutaningsih & Rasuane Noor 
Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro
E-mail: idasutaningsih27@gmail.com, rasuanenoor@gmail.com 

Abstract: Way Kanan Resort is one part of the Way Kambas National Park with an area of ± 40,000 Ha. Way Kanan Resort often found growing makrofungi, but so far no data are reported on a wide macrofungi species and their habitats. The aim of this study was to determine the species and diversity macrofungi in Way Kanan Resort, and to develop research as a learning resource in the form of LKPD (student sheet) High School Biology Basidiomycota fungus material.

This study used purposive sampling method with squared technique. The study was conducted on 26 until January 29, 2015. Data collection macrofungi The Way Kanan Resort area with extensive observations of ± 4 Ha and carried out data collection on 4 squares sampling. As supporting data, performed also a measurement of environmental parameters such as temperature, humidity and pH in each squared. Collecting data about the feasibility of learning resources LKPD measured using a questionnaire expert testing of the presentation material and design LKPD.

These results indicate there are 26 species in the macrofungi Way Kanan Resort Way Kambas National Park with the total number of individuals as much as 980 macrofungi. Macrofungi great diversity index using diversity index test ShannonWienner throughout squared observations is 1.345474 with diversity are criteria. Feasibility study source LKPD theoretically has a score of 3-5 on each statement in the questionnaire design and presentation of the material as well as the percentage LKPD vulnerable feasibility has a score of 70% -90% with an average percentage of 80% which indicates LKPD classified as strong criteria.

Kata Kunci ; Makrofungi, Resort Way Kanan, student sheets (LKPD)

Lengkapnya Kunjungi Jurnal KLIK SINI Jurnal Bioedukasi Pendidikan Biologi FKIP UM Metro

Thursday, February 11, 2016

Workshop Agar Jurnal Terindeks di Google Scholar, DOAJ, dan Scopus

Kegiatan yang diadakan di ruang meeting prodi Pendidikan Fisaka FKIP Universitas Lampung pada hari jumat tanggal 12 Februari 2015, di mulai dengan dibuka dengan sambutan oleh oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Metro ; Dr. Nyoto Suseno, M.Pd. selanjutnya sambutan dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan oleh Drs. Pertono, M.Pd.

Selanjutnya ke acara inti penyampaian materi : cara publikasi international yang diisi oleh narasumber Bapak Bustanul Anwar, M.Pd. 

Materi secara garis besar berisi : 
Pertama mengunjungi Scimago Journal & Country Rank dengan link www.scimagojr.com/ 

Setelah itu di jendela web tersebut klik Journal rank ; makan muncul jendela berikut ini : 

Setelah itu silahkan pilih subject area : sesuai dengan rumpun jurnal yang diinginkan, selanjutnya lengkapin hingga menu-menu yang lain. lalu klik refrest, makan tabel dibawahnya akan muncul, untuk melihat secara lengkap dapat dengan mengklik download data, maka akan muncul dalam bentuk exel. selamat mencoba.

Scimago Journal & Country Rank adalah merupakan website untuk perankingan jurnal yang ada di dunia. Jurnal yang sudah terindek scopus sudah pasti sudah terindek di web Scimago Journal & Country Rank. Jurnal yang sudah termasuk dalam scimago merupakan jurnal yang bukan predator.

Kemudian setelah itu anda akan memilih journal yang akan anda kunjungi atau cari. silahkan klik pada web scimago atau dengan di copy ke ases link.

Setelah di website journal yang dituju dilanjutkan dan diperhatikan q3 dan q4, selanjutkan perhatikan issn-nya.. karena banyak sekali jurnal yang memiliki nama yang sama

Dalam submit artikel perlu diperhatian:
Petunjuk penulisan 
Regestrasi sebagai anggota 
Mendapatkan user name dan passward 
Login ' 
Submit 
Setelah submit, di masing2 jurnal ada panduan syarat untuk memasukan artikel 
Ketika setelah submit 
Biaya yang ditanggung untuk publikasi di jurnal tersebut 
Waktu pengiriman / submit akan menunggu waktu untuk balasan dari 
batas untuk revisi, biasa cukup singkat. ada pengalaman hanya 2 minggu. tergantung pihak penerbit. 
Untuk submit pilihlah jurnal yang memiliki produktifitas tinggi, misalnya setiap bulan terbit, sehingga peluang untuk masuk atau di termia lebih besar. 
mengutif jurnal yang di web scimago. 
Tahun referensi yang digunakan. 


Wednesday, February 3, 2016

Penelitian Hiba Bersaing 2015: Formula Pupuk Cair Limbah Cair Nanas Untuk Pertanian Berkelanjutan

Penelitian yang dibiayai oleh Dikti untuk tahun pertama Alhamdulillah kelar, dilanjutkan tahun ke 2 pada tahun 2016. penelitian yang diketuai oleh Dr. Agus Sutanto, M.Si. bersama Anggota Saya Rasuaen Noor, M.Sc. dan Suharno Zen, M.Sc. Dengan judul "Formula Pupuk Cair Limbah Cair Nanas Untuk Pertanian Berkelanjutan"

Berikut ini hasil publikasi kasi dari penelitian kami:

1
Jurnal Ilmiah
The Formulation of Pineapple Liquid Waste (PLW) as Liquid Organic Fertilizer for Agricultural Crops
Jurnal  Scientific Journal of PPI-UKM Vol. 3 No. 4, 2016 ISSN No. 2356 – 2536

URL:
2
Prosiding
Fertilizer Application Of Pineapple Liquid Waste (plw) Weight Of Pineapple (ananas Comosus, L. Merr)” 
Proceeding “The First International Conference on Law, Economics, and Education ICONLEE” 12 -13 November 2016, ISBN 978-602-74135-3-5, 
URL:
3
Prosiding
“Perbandingan Pertumbuhan Nanas (Ananas comosus (L) Merr) dan Pertumbuhan Kedelai (Glycine max L.   Merril) Dengan Sistem Penanaman Tumpangsari Dan Monokultur”
Prosiding; Seminar Nasional Pendidikan FKIP UM Metro.  dengan tema “Membangun Generasi Berpendidikan dan Religius menuju Indonesia Berkemajuan”. Agustus 2017 ISBN : 978-602-70313-2-6
URL:
4
“Perbandingan Hasil Pertumbuhan Nanas Queen dan Nanas Madu (Cayenne) Sebagai Sumber Belajar Biologi Berupa Panduan Praktikum Materi Pertumbuhan dan Perkembangan”
Prosiding; Seminar Nasional Pendidikan FKIP UM Metro.  dengan tema “Membangun Generasi Berpendidikan dan Religius menuju Indonesia Berkemajuan”. Agustus 2017 ISBN : 978-602-70313-2-6
URL:
5
“Analisis Pembelajaran Saintifik dan Ranah Psikomotorik melalui Modul Praktikum Makro Alga”
Prosiding: Analisis Pembelajaran Saintifik dan   Ranah Psikomotorik melalui Modul Praktikum Makro Alga

Friday, January 29, 2016

Cytotoxicity of a-terpineol in HeLa cell line and its effects to apoptosis and cell cycle

Rasuane Noor 1*, Indwiani Astuti 2, Mustofa 2

1 Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Metro
2 Department of Pharmacology and Therapy, Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

ABSTRACT
a-Terpineol is a natural compound of terpenoid alcohols class. However, it can be synthesized from a-pinene of turpentin content. a-Terpineol has been reported as potential anticancer agent due to its activity on inhibition of cells growth and induction of tumor cell death. However, its anticancer activity in HeLa cervical cancer cells line has never been studied, yet. The aim of this study was to evaluate the cytotoxicity of a-terpineol and its effects to apoptosis and cell cycle. This was a quasi-experimental study with post-test only with non-equivalent control group design. Cytotoxicity of รก-terpineol was evaluated using MTT cell viability assay. The effect of a-terpineol on cell apoptotis was tested using acridine orange-ethidium bromide staining method, whereas its effect on cell cycle was evaluated by flowcytometry method. The results showed that a-terpineol had cytotoxicity against HeLa cell with an IC50 value about 12.46 ug/mL. Furthermore, a-terpineol induced the HeLa with an IC50 value about 13.12 ug/mL. Cell accumulation at G1 phase during cell cycle after incubation with a-terpineol (52.78)was observed. In conclusion, a-terpineol is potential as an anticancer due to its ability to induce cell apoptosis and to inhibit the cell cycle at G1 phase.

ABSTRAK
a-Terpineol adalah senyawa bahan alam golongan alkohol terpenoid. Namun demikian senyawa ini telah berhasil disintesis dari a-pinen dalam terpentin. a-Terpineol dilaporkan sebagai antikanker potensial karena aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan sel dan menginduksi kematian sel tumor. Namun demikian, aktivitas antikankernya pada sel kanker serviks HeLa belum pernah diteliti. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sitotoksisitas a-terpineol dan efeknya pada apoptosis dan siklus sel. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan quasiexperimental study with post-test only with non-equivalent control group. Sitotoksisitas a-terpineol dikaji dengan penetapan viabilitas sel MTT. Efek a-terpineol terhadap apoptosis sel diuji dengan metode pengecatan acridine orange-ethidium bromide, sedangkan efeknya pada siklus sel diuji dengan metode flowsitometri. Hasil penelitian menunjukkan a-terpineol mempunyai sitotoksisitas melawan sel HeLa dengan nilai IC50 sekitar 13.12 ag/mL. Akumulasi sel pada fase G1 selama siklus sel setelah inkubasi dengan a- terpineol (52.78) dijumpai dalam penelitian. Dapat disimpulkan, a-terpineol potensial sebagai antikanker karena efeknya dalam menginduksi apoptosis dan menghambat siklus sel pada fase G1.

Keywords: a-terpineol – cytotoxicity – apoptosis - cell cycle – anti cancer - HeLa

Ingin dowbload dan full teks silahkan Kunjungi 






Sosialisasi Program Penanaman Tanaman Anti Nyamuk (Bioinsektisida) Kepada Masyarakat Kota Metro Di Daerah Yang Terkena Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Usaha menekan populasi nyamuk vektor DBD (Demam Berdarah Dengue) menggunakan pestisida kimia seringkali menimbulkan kebalnya nyamuk (resisten) dan dampak residu terhadap lingkungan. Hal ini mendorong adanya alternatif penanaman tanaman antinyamuk yang tidak mencemari lingkungan, mudah terurai, selektif dan aman bagi manusia. Ada beberapa spesies tanaman yang dapat dijadikan tanaman antinyamuk. terdapat beberapa jenis tumbuhan yang tidak disukai oleh nyamuk diantaranya : zodia, geranium, sarai, tahi kotok, lavender, tembelekan, kayu putih, jeruk dan lain-lainnya. Cara penempatan tanaman antinyamuk bisa diletakkan di sudut ruangan dalam rumah, Untuk penempatan di luar rumah diletakkan dekat pintu, jendela atau lubang udara, sehingga aroma tanaman terbawa angin masuk ke dalam rumah. 

Hasil penelitian sebelumnya yaitu inventarisasi tanaman yang berpotensi menjadi bioinsektisida nyamuk di kota Metro, selanjutnya dikembangan untuk disosialisasi di masyarakat yang bekerja sama dengan Bapedda kota Metro. kegiatan yang telah selesai dilaksanakan di wilayah Kota Metro dengan mengambil sebagai contoh satu kelurahan di Metro Selatan pada bulan desember 2014 lalu.

Adapun berikut ini adalah penelitian-penelitan yang telah dilakukan menggunakan tanaman antinyamuk ssilahkan dikunjungi linknya ; 


POTENSI EKSTRAK BUNGA TAHI KOTOK (Tagetes erecta) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti YANG AMAN DAN RAMAH LINGKUNGAN

Wednesday, January 27, 2016

Studi Keanekaragaman Kupu-Kupu Di Bantaran Sungai Batanghari Kota Metro Sebagai Sumber Belajar Biologi Materi Keanekaragaman


Peniliti : Rasuane Noor dan Suharno Zen

Abstrak

Kupu-kupu merupakan serangga yang memiliki peran sangat penting dalam ekosistem yaitu sebagai pembantu dalam penyerbukan pada tumbuhan. Selain itu kupu-kupu juga dapat dijadikan sebagai bioindikator terhadap perubahan kualitas lingkungan karena kupu kupu sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem. Keberadaan kupu-kupu saat ini terancaman langkah dan kepunahan, hal ini disebabkan sudah banyaknya alih fungsi hutan. Hutan-hutan semakin berkurang dan beralih menjadi lahan-lahan pemukiman dan pertanian. Keberadaaan kupu-kupu tergantung akan habitatnya. Habitat kupu kupu dengan jumlah makanan yang tersedia cukup maka keanekaragaman kupu-kupu yang tinggi.

Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman kupu-kupu di Bantaran Sungai Batang Hari Kota Metro, dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara purporsive. Koleksi kupu-kupu dilakukan dengan tekniksweeping mengikuti garis transek yang diterapkan secara random sepanjang 1000 m. Setelah selesai proses identifikasi maka selanjutnya diadakan proses pengklasifikasian. Indeks Keanekaragaman spesies (H) dihitung dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener. 

Hasil penelitian ditemukan sebanyak 23 spesies kupu-kupu dari 5 familia, dengan spesies yang paling dominan adalah Eurema alitha sebanyak 136 ekor. Keragaman kupu-kupu Di Bantaran Sungai Batanghari Kota Metro dikategorikan sedikit atau rendah karena memiliki nilai Nilai H1< 1. 

Kata Kunci ; Kupu-kupu, keanekaragaman, sungai batanghari.

Abstract 

Butterflies are insects that have a very important role in the ecosystem is as a helper in the pollination in plants. In addition butterfly can also be used as a bio-indicator to changes in environmental quality since butterflies are very sensitive to changes in the ecosystem. The existence of butterflies are under threat at this time step and extinction, this is due to the many forests are converted into other land. Diminishing forests and lands turned into settlement and agriculture. Butterfly existence will depend habitat. Butterfly habitat with the amount of food available is quite the diversity of butterflies is high. 

The aim of research to determine the diversity of butterflies in Batanghari River Plate in Metro City, the research method used is survey method with purporsive sampling. Butterfly collection done by sweeping follows the line transect technique is applied randomly along the 1000 m. After completion of the identification process we then held classification process. Species diversity index (H) is calculated using the Shannon-Wiener formula. 

Results of the study found as many as 23 species of butterflies of 5 familia, with the most dominant species is Eurema alitha as much as 136. The diversity of butterflies in the Batanghari River Plate in City Metro categorized bit or lower because it has the value H1 < 1.